logo


Catat Jokowi Bilang : Kalau PKI Nongol, Gebuk Saja

Istilah digebuk yang juga pernah digunakan Presiden Soeharto di akhir masa jabatannya -- sengaja dipilih Jokowi untuk menunjukkan ketegasan pemerintah dan negara.

18 Mei 2017 16:20 WIB

Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo. Setkab.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Jokowi menegaskan, konstitusi Indonesia menjamin hak berserikat dan berkumpul. Namun jika ada yang melawan konstitusi akan "digebuk", katanya. Jokowi juga menegaskan, jika ada organisasi yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI maka tidak bisa dibiarkan. Pemerintah tidak bakal ragu menindak organisasi-organisasi tersebut.

”Saya dilantik jadi presiden, yang saya pegang konstitusi, kehendak rakyat. Bukan yang lain-lain. Misalnya PKI nongol, gebuk saja. TAP MPR jelas soal larangan itu,” ujar Jokowi saat bersilaturahmi dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Rabu, tanggal 17 Mei 2017.

Jokowi menyebut langkah menggebuk mereka yang melawan konstitusi merupakan bagian dari penegakan hukum. "Indonesia adalah negara demokrasi sekaligus negara hukum. Kalau ada yang keluar dari koridor itu, yang pas istilahnya ya digebuk," tegas Jokowi.


Jokowi Prihatin Indonesia Masih Terus-terusan Berkutat dengan Hal yang Sama

Istilah digebuk yang juga pernah digunakan Presiden Soeharto di akhir masa jabatannya sengaja dipilih Jokowi untuk menunjukkan ketegasan pemerintah dan negara.

’Kalau dijewer, nanti dikatakan Presiden tidak tegas,” seraya Jokowi tersenyum.
Jokowi menambahkan, ”Jika ada bukti dan fakta, lakukan penegakan hukum. Jangan pakai hitung-hitungan lain selain penegakan hukum.”

Soal Pasal Penghinaan Presiden, Mahfud Md Ungkap Sikap Jokowi

Halaman: 
Penulis : Yusran Edo Fauzi,Marselinus Gunas
 
×
×