logo


Indonesia dan Lithuania Sepakat Dorong Pengembangan EBTKE

Melalui penandatanganan MoU ini diharapkan investasi langsung dari Lithuania di subsektor EBTKE bisa ditingkatkan.

18 Mei 2017 16:20 WIB

Menteri ESDM Ignasius Jonan mewakili Indonesia dalam Penandatanganan MoU untuk kerja sama antara Indonesia dengan Lithuania di bidang energi, yang menyangkut energi biomassa, energi dari sampah, dan juga gas, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/5)siang.
Menteri ESDM Ignasius Jonan mewakili Indonesia dalam Penandatanganan MoU untuk kerja sama antara Indonesia dengan Lithuania di bidang energi, yang menyangkut energi biomassa, energi dari sampah, dan juga gas, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/5)siang. Biro Pers Setpres

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Lithuania sepakat untuk bekerja sama dalam bidang energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE). Penandatanganan kerja sama itu dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 17 Mei 2017 di Istana Presiden Republik Indonesia. Dalam penandatanganan itu, Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan. Sementara, dari Pemerintah Lithuania diwakili oleh Menteri Energi Lithuania, Zygimantas Vaiciunas.

Penandatanganan itu disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Lithuania, Dalia Grybauskaite. Dengan penandatanganan MoU ini diharapkan investasi langsung dari Lithuania di subsektor EBTKE bisa ditingkatkan. MoU juga diharapkan dapat mendorong kerja sama bisnis Indonesia-Lithuania dalam bentuk proyek bersama, dialog kebijakan energi, alih teknologi, penelitian dan pengembangan hingga capacity builiding.

Setelah penandatanganan MoU di Istana Presiden tersebut, siang harinya dilakukan Indonesia-Lithuania Business Energy Forum di kantor Kementerian ESDM, yang dibuka oleh Wakil Menteri (Wamen) ESDM, Arcandra Tahar.

"Penandatanganan MoU yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Dalia Grybauskaite pagi tadi merupakan milestone penting untuk memperkuat kerja sama kedua negara," kata Wamen Arcandra.

Wamen ESDM menyampaikan bahwa kerja sama ini salah satunya akan difokuskan pada pengembangan biomassa. Wamen Arcandra menjelaskan biomassa punya peran vital dalam bauran energi Lithuania.

"Saya juga secara pribadi merasa kagum atas keberhasilan Lithuania dalam mengelola biomassa sehingga menjadi pangsa pasar yang kompetitif. Indonesia harus belajar dari mereka," ungkapnya.

Lithuania memiliki sistem Biomass Exchange sehingga pasar biomassa menjadi transparan, efisien, dan mendorong kompetisi serta mengeliminasi perbedaan-perbedaan harga biomass. Harga rata-rata biomassa di Lithuania pada bulan Agustus 2012 sebesar 193 Euro per ton, sedangkan pada bulan Agustus 2016 telah turun menjadi 113 Euro per ton (turun 40%). Penurunan harga biomassa berdampak terhadap biaya penggunaan pemanas yang turun sebesar 28%. Saat ini, Lithuania memiliki teknologi biomassa yang telah dikembangkan oleh 20 perusahaan yang beroperasi di bidang industri biofuel (design, manufacturing dan ekspor barang jadi).

Kerja sama ini, lanjut Wamen Arcandra, merupakan bagian dari upaya Pemerintah dalam memenuhi target bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. "Saya yakin kolaborasi ini akan menginspirasi lebih banyak kegiatan inovatif di masa depan dan mendorong inovasi dan pengembangan teknologi kedua belah pihak," pungkas Wamen ESDM.


PLN - BP Tangguh Jalin Kontrak Jual Beli Gas Selama 16 Tahun

Forum Peduli BUMN: Sengketa Panas Bumi Jadi 'Batu Kerikil' Proyek Listrik Jokowi

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas