logo


Sukseskan Program Ketahanan Pangan, KKP Intensifikasi Teknologi yang Efektif dan Efisien

Untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional yang semakin tinggi, maka langkah utama yang perlu dilakukan adalah melalui intensifikasi teknologi yang efektif dan efisien

18 Mei 2017 09:46 WIB

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto (tengah).
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto (tengah). Dok. Humas KKP

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto menyampaikan, bahwa untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional yang semakin tinggi, maka langkah utama yang perlu dilakukan adalah melalui intensifikasi teknologi yang efektif dan efisien.

Slamet menggarisbawahi, bahwa saat ini upaya mewujudkan ketahanan pangan mau tidak mau harus dihadapkan langsung dengan fenomena perubahan iklim dan penurunan kualitas lingkungan global, serta disisi lain perkembangan sektor industri dan ledakan jumlah penduduk juga turut memberikan kontribusi dalam mereduksi lahan sektor yang berbasis pangan.

"Ini perlu diantisipasi, karena secara langsung akan berdampak pada penurunan suplai bahan pangan bagi masyarakat," demikian kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto di Jakarta, Rabu (17/5).


Inovasi Baru Perikanan Budidaya Indonesia ; Kakap Merah Strain Taiwan

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa untuk bisa menyukseskan program ketahanan pangan tersebut semua pihak harus bisa bekerjasama dan saling mendukung dalam pengembangan Iptek.

“Semua pelaku perikanan budidaya harus berkreasi mengedepankan Iptek dalam pengelolaan usaha budidaya ikan. Intinya dengan kondisi saat ini, produktivitas budidaya harus bisa dipacu dalam lahan terbatas dan dengan penggunaan sumber daya air yang efisien,” kata Slamet.

Hingga saat ini Ditjen Perikanan Budidaya telah melakukan upaya pengembangan Iptek budidaya dan terbukti berhasil, salah satunya yaitu inovasi teknologi budidaya lele sistem bioflok. Teknologi sistem bioflok menjadi sangat popular saat ini, karena mampu menggenjot produktivitas lele yang tinggi, penggunaan lahan yang tidak terlalu luas dan hemat sumber air. Sebagai gambaran, teknologi ini merupakan bentuk rekayasa lingkungan yang mengandalkan suplai oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme, yang secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan.

“Bioflok ini menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, apalagi saat ini produk lele sangat memasyarakat sebagai sumber gizi yang digemari,” imbuh Slamet.

Ia meyakini bahwa hingga saat ini langkah KKP dalam menjaga ketersediaan bahan pangan dengan pemanfaatan iptek sudah mengalami peningkatan. Ia berharap dengan adanya sejumlah gebrakan tersebut program metahanan pangan bisa segera terwujud.

Income Rp21 Juta/Bulan dari Bisnis Benih Kakap Merah Strain Taiwan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Aurora Denata