logo


Teknologi Digital Jadi Andalan Anies-Sandi Bangun Jakarta

Di tangan Anies-Sandi, kata Sandi, pengelolaan pemerintahan berbasis teknologi dan digital diarahkan untuk meredam tingkat ketimpangan di Jakarta.

17 Mei 2017 15:57 WIB

Pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) dan Sandiaga Uno (kiri) dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjoyanto (kanan) saat memperingati Hari Anti Korupsi di Jalan Cicurug, Jakarta Pusat, Jumat (9/12).
Pasangan Cagub-Cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) dan Sandiaga Uno (kiri) dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjoyanto (kanan) saat memperingati Hari Anti Korupsi di Jalan Cicurug, Jakarta Pusat, Jumat (9/12). Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, bicara soal ketimpangan pembangunan termasuk pengangguran di Jakarta. Untuk menyelesaikan sengkarut itu, Sandi mengandalkan dua hal; teknologi dan digital.

Peran teknologi dan digital di dalam pembangunan akan dikombinasikan Sandi bersama pasangannya, Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan, pada masa pemerintahannya selama lima tahun. Mereka akan mulai memimpin pada bulan Oktober 2017 nanti.

Ide brilian itu dijelaskan Sandi dalam wawancara dengan Joshua Chambers, editor GovInsider (govinsider.asia), sebuah situs berita internasional, pekan lalu.


Gerindra Nilai Djarot Tertutup Soal Sinkronisasi

"Ekonomi digital, pemerintahan digital, dan kehidupan sehari-hari akan relatif banyak diatur oleh teknologi digital," kata Sandi.

Pada kesempatan itu, Sandi juga menyinggung soal kehadiran perusahaan jasa transportasi berbasis aplikasi online yang kini menjadi trend para pengguna jasa transportasi. Bagi Sandi, inovasi-inovasi serupa perlu menjadi contoh pengembangan transportasi yang maju dan modern.

Sandi melihat kemajuan teknologi dan digital sangat memungkinkan untuk dijadikan resources yang dapat memajukan pembangunan Jakarta di berbagai sektor. Sandi bilang, jika Anies dan dia tidak mengkombinasikan keduanya, mereka seperti sedang mengubur kepala di dalam pasir alias menolak realita zaman.

"Jika Anda menolak perkembangan teknologi, Anda pasti tidak akan bisa untuk terus berkompetisi," tegas Sandi.

Di tangan Anies-Sandi, kata Sandi, pengelolaan pemerintahan berbasis teknologi dan digital diarahkan untuk meredam tingkat ketimpangan di Jakarta. Untuk itu, diperlukan berbagai solusi dalam penataan birokrasi.

Hal lain yang akan dikerjakan pemerintahan DKI Jakarta di bawah komando Anies-Sandi adalah pendanaan terhadap start up di Jakarta.

"Sandi berjanji akan membangun 44 pusat kewirausahaan di seluruh wilayah DKI Jakarta, tempat para pengusaha baru dapat terhubung dengan bank dan mengajukan pinjaman modal usaha," tulis GovInsider.

Pusat-pusat kewirausahaan itu akan memberikan pelatihan-pelatihan dan mentoring, membantu para pengusaha baru memasarkan layanan mereka dengan mengkombinasikan strategi pemasaran berbasis digital.

OK OCE Academy Diresmikan, Sandiaga: Mampu Kurangi Pengangguran

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas