logo


Mendag Nilai Kenaikan Harga Daging Ayam dan Telur Masih Wajar

Kenaikan harga saat ini sangat tidak sebanding dengan kerugian yang dialami peternak beberapa bulan sebelumnya, karena over suplai dan harga menjadi anjlok.

17 Mei 2017 14:42 WIB

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa naiknya harga daging ayam dan telur di sejumlah daerah saat ini masih wajar. Kata Mendag, kenaikan tersebut masih dalam tahap normal dan tidak memiliki pengaruh yang signifikan.

Menurutnya kenaikan harga saat ini sangat tidak sebanding dengan kerugian yang dialami peternak beberapa bulan sebelumnya, karena over suplai dan harga menjadi anjlok.

“Kalau kita berbicara terkait dengan ayam dan telur, tolonglah kita harus berpihak kepada peternak kita, sebelumya mereka sangat hancur dengan harga yang sangat anjlok turun. Kita harus memberi keberpihakan kepada para peternak kita, karena sebelumnya peternak mengalami kerugian yang cukup besar,” kata Enggartiasto Lukita saat ikut meluncurkan gerakan stabilisasi pangan di gudang Bulog Divre DKI di Kelapa Gading Jakarta, Rabu (17/5).


Bulog Luncurkan Gerakan Stabilisasi Pangan

Lebih lanjut, Mendag mengatakan bahwa kenaikan harga saat ini masih dapat ditoleransi, karena perbedaannya tidak terlalu jauh. “Harganya tidak akan melonjak terlalu jauh karen stok yang ada terlalu berlebih,” demikian katanya.

Ia menjelaskan bahwa stok telur kita berlebih. “Peternak kemudian membuang-buang telur di jalan, karena mereka sangat rugi. Jadi kita tidak akan mengintervensi di situ. Karena harganya tidak akan melonjak jauh karena memang suplai saat ini sangat berlebih,” ujarnya.

Seperti diketahui, di beberapa daerah terjadi kenaikan harga daging ayam dan harga telur di pasar. Seperti halnya di pasar Mandiri, di Purbalingga Jawa Tengah, terjadi kenaikan harga daging ayam dan telur.

Harga daging ayam ras perkilogram yang sebelumnya Rp 30.000 menjadi Rp 32.000, atau naik sebesar Rp 2.000, harga ayam kampung per kilogramnya dari Rp 50.000 menjadi Rp 70.000. Sementara itu harga telur dari sebelumnya Rp 20.500 per kilogram sekarang menjadi Rp 21.000 perkilogram, naik Rp 500.

Bulog Luncurkan Gerakan Stabilisasi Pangan, Ini Kata Mendag

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Vicky Anggriawan