logo


Ulama Dikriminalisasi, Habib Rizieq akan Bawa Kasusnya ke PBB

Kapitra menilai hal ini termasuk sebuah tindakan kriminalisasi ulama.

16 Mei 2017 16:21 WIB

Tim Advokasi GNPF, Kapitra Ampera di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (16/5)
Tim Advokasi GNPF, Kapitra Ampera di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (16/5) Jitunews/Ferro Maulana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Terkait kasus yang dihadapi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, Tim Advokasi GNPF, Kapitra Ampera, menegaskan akan membawa kasus kliennya tersebut ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kapitra menilai hal ini termasuk sebuah tindakan kriminalisasi ulama.

Menurut Kapitra, Habib Rizieq menjadi target pembunuhan karakter dan disandera atas kesetiaannya kepada NKRI dan Pancasila.

"Kita akan membawa perkara kriminalisasi ulama ini ke dunia internasional, ke Human Right PBB. Ini akan ditindaklanjuti setelah bulan Ramadan. Untuk itu, tim advokasi diperintahkan segera ke luar negeri. Karena statusnya (Habib Rizieq) sebagai saksi. Sampai detik ini Habib Rizieq melihat kasus ini. Maka dia akan memberikan arahan-arahan," jelas Kapitra kepada Jitunews.com, di kawasan Tebet Utara, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2017).


Yusril Sebut Penjemputan Paksa Habib Rizieq Belum Perlu

Kapitra juga menegaskan, Habib Rizieq tidak mungkin dideportasi oleh Interpol dari negara tempat ia berada saat ini, lantaran Habib Rizieq bukanlah buronan atau terpidana.

Kemudian, Kapitra menerangkan, ada prosedur dalam memanggil seseorang menjadi seorang tersangka Interpol. Yang pertama, harus ada kerja sama hukum antara Indonesia dengan negara tempat Habib tinggal sekarang.

Kedua, Indonesia harus menjadi bagian dari komite Interpol. Ketiga, kejahatan tersangka harus masuk dalam extraordinary crime. Keempat, harus dilihat juga apakah orang tersebut berstatus tersangka yang melarikan diri atau tidak.

"Saya pikir kasus ini belum terkait dengan Interpol. Dia (Habib Rizieq) bukan tersangka tapi saksi," tegasnya lagi.

Untuk diketahui, nama Habib Rizieq terseret dalam sejumlah kasus yakni dugaan penghinaan terhadap Pancasila, diduga melecehkan umat Kristiani, ceramah tentang palu arit dalam uang baru, dan penyebaran konten berbau pornografi.

Kapitra Ampera Sebut Rizieq Shihab Sengaja Tak Pulang Karena Hal Ini

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Nugrahenny Putri Untari