logo


Presdir Shell Indonesia Isi Kuliah Umum di UNS Solo

Hal yang menjadi sorotan pada kuliah umum tersebut adalah kebutuhan energi yang semakin meningkat secara global seiring meningkatnya pula populasi manusia di muka bumi.

15 Mei 2017 20:10 WIB

Kuliah umum bertajuk \'A Better Life with a Healthy Planet\' yang diselenggarakan di UNS Inn, Senin (15/5/2017).
Kuliah umum bertajuk 'A Better Life with a Healthy Planet' yang diselenggarakan di UNS Inn, Senin (15/5/2017). Dok. Humas UNS

SOLO, JITUNEWS.COM - Ratusan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti kuliah umum bertajuk 'A Better Life with a Healthy Planet' yang diselenggarakan di UNS Inn, Senin (15/5/2017). Hadir sebagai pembicara pada kuliah umum tersebut President Director & Country Chairman Shell Indonesia, Darwin Silalahi.

Dalam paparannya, Darwin menyoroti kebutuhan energi yang semakin meningkat secara global seiring meningkatnya pula populasi manusia di muka bumi. Hal ini membawa konsekuensi berupa peningkatan jumlah CO2 di atmosfer dan gas rumah kaca lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya serius secara kolektif untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan menghadapi perubahan iklim dengan mendatangkan lebih banyak energi dari sumber-sumber yang jumlah karbonnya rendah. 

"Hal ini yang menjadi concern kami secara global. Pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang kami miliki bisa membantu menghadirkan solusi untuk menjawab tantangan transisi energi masa depan," ujar Darwin, dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews.com, Senin (15/5).


UNS dan Universitas Malikussaleh Lhokseumawe Jalin Kerja Sama

Darwin juga mengatakan pada saat ini penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih sangat mendominasi, padahal dunia sebenarnya membutuhkan lebih banyak energi untuk proses pembangunan dan sumber-sumber energi rendah karbon. Saat ini, sekitar 80% sumber energi masih berasal dar batubara, gas dan minyak. 

Sementara itu, jika mengacu pada sistem energi net-zero emission yang diprediksi akan berlaku di masa depan (pada tahun 2100), batubara, gas dan minyak, hanya menempati sekitar 20-25% dari bauran energi, dan lainnya diisi oleh 40% tenaga surya dan angin, sekitar 15% nuklir, dan 20% bioenergy. 

Net-zero emission yang dimaksud adalah emisi yang secara bersamaan diimbangi dengan menurunnya kadar CO2 dari atmosfer bumi.

Pemilihan UNS sebagai tempat kuliah umum eksekutif Shell Indonesia ini didasarkan atas keberhasilan mahasiswa UNS melalui Tim Bengawan sebagai juara ke-2 Drivers World Championship (DWC) Asia, yang digelar di Singapura pada 19 Maret 2017 yang lalu. Atas keberhasilan tersebut, bersama tim ITS Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, mereka berhak mewakili Asia mengikuti kualifikasi untuk berkompetisi di Final DWC di London, 23-28 Mei 2017 mendatang.

Turut hadir pada kuliah umum tersebut Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo; Rektor UNS, Prof. Dr. H. Ravik Karsidi, M.S.; jajaran rektorat; dekan; serta civitas akademi UNS lainnya.

Kunjungan ke Tokyo, Jonan Bahas Investasi Listrik dan Migas

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari