logo


Visa WNI yang Gelar Aksi untuk Ahok di Singapura Bakal Dicabut, Ini Alasannya

Menurut kepolisian negeri Singa itu, menyampaikan pendapat atau melakukan aksi di Singapura hanya diperbolehkan bagi warga negara Singapura dan penduduk tetap yang telah diberikan izin resmi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

15 Mei 2017 03:17 WIB

Seorang warga pendukung Ahok mengangkat tangan sambil memegang lilin yang bernyala dalam aksi Solidaritas untuk Ahok.
Seorang warga pendukung Ahok mengangkat tangan sambil memegang lilin yang bernyala dalam aksi Solidaritas untuk Ahok. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Aksi simpatik yang ditujukan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) usai dijatuhi vonis hukuman dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara pekan lalu, mendapat sorotan dari sejumlah pihak di seluruh dunia, tak terkecuali dari Kepolisian Singapura alias Singapore Police Force.

Kepolisian Singapura bahkan memberi peringatan akan rencana warga negara asing dalam hal ini Indonesia yang akan menggelar aksi untuk Ahok di ruang publik atau di titik-titik kota Singapura.

Dengan tegas, mereka mengatakan akan mencabut visa orang Indonesia yang menggelar aksi di wilayah hukumnya.


MUI Nilai Aksi Pendukung Ahok Bisa Mengganggu Kedamaian Negara

Peringatan tersebut diumumkan melalui akun resmi Facebook milik Singapore Police Force, Sabtu (13/5) lalu.

“Polisi menyadari ada rencana untuk mengadakan acara guna mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di ruang publik di Singapura. Polisi ingin mengingatkan masyarakat bahwa mengorganisir atau berpartisipasi di ruang publik tanpa izin Polisi ilegal di Singapura,” tulisnya.

Menurut kepolisian negeri Singa itu, menyampaikan pendapat atau melakukan aksi di Singapura hanya diperbolehkan bagi warga negara Singapura dan penduduk tetap yang telah diberikan izin resmi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

“Yang tidak memiliki izin, sesuai dengan persyaratan dalam peraturan yang telah ditetapkan akan diambil tindakan hukum yang tepat,” jelasnya.

“Orang asing yang berkunjung atau tinggal di Singapura harus mematuhi undang-undang kami. Mereka seharusnya tidak mengimpor politik negara mereka sendiri ke Singapura. Mereka yang melanggar hukum akan ditangani dengan tegas, dan ini mungkin termasuk penghentian visa atau izin kerja jika berlaku,” pungkasnya.

Sebelumnya diberikan, Duta Besar Indonesia untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya, mengatakan bahwa aksi solidaritas untuk Ahok ini diprakarsai oleh WNI di sana.

"Yang saya tahu itu kegiatan spontanitas masyarakat untuk doa bersama bagi Indonesia dan NKRI yang mereka atur sendiri," beber Ngurah, Sabtu (13/5).

Kabar terkait pembatalan aksi ini pun dibahas oleh dua media Singapura. Melalui artikel bertajuk Foreigners should not import politics of their countries into Singapore: Police, media Channel News Asia mengutip pernyataan serupa yang dirilis kepolisian setempat.

Kemudian, Today Online, juga mengulas kabar pembatalan ini melalui artikel berjudul Police warn Ahok supporters not to hold events in Singapore.

Ahok ‘Dibela’ Sejumlah Negara Asing, Alumni 212 Bereaksi

Halaman: 
Penulis : Riana