logo


Jusuf Kalla Disebut Bukan Sosok Negarawan

Sebagai penyelenggara negara, Jusuf Kalla tidak pantas mendukung salah satu pasangan calon. Ia perlu menampilkan sosok sebagai seorang negarawan yang mengakomodir kepentingan banyak pihak.

14 Mei 2017 14:54 WIB

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang santai, di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (3/11) sore.
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang santai, di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (3/11) sore. Setpres/Rusman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pasca Pilkada DKI Jakarta, rumor seputar memanasnya hubungan Presiden dan Wakil Presiden menguat. Hal itu ditengarai oleh indikasi perbedaan kepentingan dan pilihan politik antara Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam perhelatan Pilkada DKI Jakarta. Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan disebut-sebut terang-terangan mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Soal benar dan tidaknya rumor tersebut, belum ada pernyataan yang secara jelas diutarakan oleh keduanya, Jokowi dan Jusuf Kalla. Namun, sejumlah kalangan menilai, pertarungan Pilkada DKI Jakarta juga menjadi cerminan perbedaan kepentingan politik Jokowi dan Kalla.

Belakangan, ada pernyataan dari Ketua MPR RI Zulkifli Hasan soal sikap politik Jusuf Kalla di Pilkada DKI Jakarta. Zulkifli yang juga merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) secara terbuka mengatakan ada keterlibatan Jusuf Kalla dalam pemenangan Anies-Sandi. PAN, dalam kontestasi Pilkada DKI, adalah salah satu partai pendukung pasangan Anies-Sandiaga, setelah pasangan yang didukungnya, Agus-Sylvi, keok pada putaran pertama.


JK: Kembangkan Kultur Sadar Bencana untuk Kurangi Resiko Bencana

"Jam 12 malam sampai jam 1 pagi itu ada intervensinya Pak JK. Saya kan suka terus terang. Pak JK boleh enggak ngaku, saya dengar kok teleponnya. Pak JK lah yang meyakinkan sehingga berubah lah," kata Zulkifli beberapa waktu lalu.

Pernyataan Zulkifli itu menyulut sejumlah reaksi publik. Front Laskar Nusantara adalah salah satunya. Ketua Front Laskar Nusantara, Paulina, mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan sikap Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendukung ‎salah satu pasangan calon gubernur DKI Jakarta.
Hal itu ditegaskan oleh Ketua ‎Front Laskar Nusantara, Paulina.

Sebagai penyelenggara negara, lanjut Paulina, Jusuf Kalla tidak pantas mendukung salah satu pasangan calon. Ia perlu menampilkan sosok sebagai seorang negarawan yang mengakomodir kepentingan banyak pihak.

"‎Saya berharap Jusuf Kalla harusnya menempatkan diri sebagai seorang negarawan dan partner daripada Pak Jokowi Presiden Republik Indonesia," kata Paulina kepada wartawan, Sabtu (13/5‎/2017).

Hal ironis yang diamati Paulina adalah, bahwa Wapres Jusuf Kalla yang sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) justru tidak berkomentar banyak ketika ‎banyak spanduk yang berisikan 'Pendukung Ahok Tidak Boleh Dishalatkan di Masjid'.

"‎Seharusnya sebagai seorang negarawan saya pikir seharusnya dia (Jusuf Kalla) bersuara ya pada saat itu, kenapa tidak bersuara? Ada apa?" katanya.

Petinggi PKS Ini Sebut Tidak Ada 'Islam Radikal'

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas