logo


Perpaduan Arsitektur Tiongkok dan Arab, Indahnya Masjid Niujie yang Dikunjungi Jokowi Hari Ini

Masjid Niujie sendiri merupakan masjid tertua di kota Beijing, yang dibangun pada tahun 996 pada zaman Dinasti Liao.

14 Mei 2017 14:22 WIB

Masjid Niujie di Bejing
Masjid Niujie di Bejing Twitter @setkabgoid

BEIJING, JITUNEWS.COM - Dalam rangkaian kunjungannya ke Tiongkok, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri untuk mengunjungi Masjid Niujie di Beijing. Pada kesempatan tersebut, Presiden bertemu sejumlah ulama dan menyerahkan cendera mata berupa kaligrafi, peci, Alquran, dan sarung. 

Masjid Niujie sendiri merupakan masjid tertua di kota Beijing, yang dibangun pada tahun 996 pada zaman Dinasti Liao. Sempat dihancurkan oleh bangsa Mongol, masjid tersebut kemudian kembali dibangun pada sekitar tahun 1443 pada masa Dinasti Ming. Perluasan masjid kemudian dilakukan pada tahun 1696 ketika Dinasti Qing berkuasa.

Nama 'Niujie' sendiri berasal dari dua kata, yakni 'niu' yang berarti 'sapi' dan 'jie' yang berarti 'jalan', lantaran lokasi masjid ini yang berada di Jalan 'Niu', Distrik Xuanwu, Beijing. Nama 'Niujie' sendiri tidak lepas dari situasi jalan (jie) di sekitar masjid yang didominasi penjual masakan halal yang kebanyakan berbahan baku daging sapi (niu). Dalam bahasa Inggris, Masjid Niujie juga sering disebut dengan istilah 'Ox-Street Mosque'.


Ke Beijing, Presiden Hadiri KTT Jalur Sutera dan Kunjungi Masjid Tertua

Bangunan Masjid Niujie sendiri masih mengusung nuansa arsitektur Tiongkok yang kental, baik bagian luar (exterior), maupun bagian dalam (interior) nya. Dipadukan pula dengan arsitektur Arab yang indah, masjid ini seolah menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi para pengunjungnya. Luas keseluruhan masjid ini diperkirakan mencapai 6.000 meter persegi. 

Gerbang depan masjid dihiasi tembok besar marmer berwarna putih yang membentang kurang lebih 40 meter. Setelah memasuki gerbang, pengunjung disuguhi pemandangan menara yang digunakan untuk mengamati peredaran bulan guna menentukan datangnya bulan Ramadan. Menara tersebut berbentuk heksagonal, terdiri dua lantai, dan memiliki tinggi sekitar 10 meter.

Setelah melewati menara, pengunjung akan sampai di ruang ibadah sekaligus aula utama, yang mana hanya dapat dimasuki oleh umat Muslim. Berukuran 600 meter persegi, ruang ibadah tersebut dapat menampung kurang lebih seribu jemaah. Terdapat pula hiasan kaligrafi dan ayat-ayat Quran dalam aksara Arab dan Tiongkok, dipadukan dengan arsitektur ala Tiongkok kuno, benar-benar menambah nilai estetika masjid Niujie ini. 

Desain langit-langit depan aula utama tersebut dibuat dengan dekorasi panel persegi, dan setiap sudutnya dilukis dengan desain lingkaran berwarna merah, kuning, hijau, dan biru. Masjid Niujie sendiri memiliki sebuah menara azan yang terdiri dari dua lantai, yang terletak di tengah halaman. 

Setiap harinya, Masjid Niujie dipadati sekitar 200 jemaah yang datang untuk melakukan ibadah salat wajib. Ketika salat Jumat, jumlah jemaah pun biasanya bertambah tiga kali lipat dari biasanya. Masjid ini juga sering menjadi tempat berbuka puasa bagi para umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan.

Presiden Tiba di Beijing

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari