logo


Petinggi PKS Ini Sebut Tidak Ada 'Islam Radikal'

Isu radikalisme, kata Hidayat, tidak benar dan menyesatkan. Pasalnya, kata dia, isu Islam Radikal yang muncul pada pilkada Jakarta sebenarnya tidak pernah ada.

14 Mei 2017 10:07 WIB

Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW).
Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW). fraksidpr.pks.id

JAWA BARAT, JITUNEWS.COM - Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyayangkan munculnya isu radikalisme selama momentum pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017.

Isu radikalisme, kata Hidayat, tidak benar dan menyesatkan. Pasalnya, kata dia, isu Islam Radikal yang muncul pada pilkada Jakarta sebenarnya tidak pernah ada. Isu tersebut dibuat demi mendiskreditkan umat Islam. Baginya, hal itu muncul hanya untuk kepentingan politik sesaat selama Pilkada DKI Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan Hidayat kala memberikan sosialisasi Empat Pilar MPR dihadapan warga kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (13/5/2017).

Hidayat menjelaskan, antara umat Islam dan Indonesia, sesungguhnya sudah memiliki hubungan yang harmonis. Umat Islam, lanjut dia, telah banyak melakukan pengorbanan demi tetap kokohnya NKRI. Sebagai contoh, menurut dia, adalah lahirnya revolusi jihad yang dikobarkan KH. Hasyim Asy'ari.

"Dalam Revolusi Jihad, itu salah satunya dikatakan orang yang mati dalam membela bangsa dan negara maka kematiannya masuk dalam kategori Jihad," ucap Hidayat.

Ia melanjutkan, sejak itu, banyak santri yang berbondong-bondong ikut berjuang melawan Belanda yang hendak menjajah Indonesia. Puncaknya terjadi pada 10 Oktober yang dikenal dengan hari Pahlawan.

Oleh sebab itu, menurut politisi PKS itu, tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa Islam Indonesia itu radikal. Adalah tidak benar kalau ada umat Islam yang hendak melawan dan merusak Indonesia. Karena sejak dulu, antara Islam dan Indonesia sudah saling berhubungan dan tidak terpisahkan.


PKS Harap Masyarakat Hormati Keputusan Hakim Pasca Ahok Divonis Dua Tahun Penjara

Sebagaimana diketahui, di saat momentum Pilkada Jakarta, PKS merupakan salah satu partai penentu kemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Penyerapan suara yang tinggi pada basis pemilih muslim tak terlepas dari peran dan ketokohan para petinggi PKS, salah satunya Hidayat Nur Wahid. Ia juga beberapa kali terpantau mendampingi Cagub Anies Baswedan saat mengunjungi kelompok ormas Islam.

Komisi I DPR Menilai Hakim Memiliki Pertimbangan Soal Vonis Ahok

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas