logo


Jaga Pasokan Listrik ke Palu, PLN Amankan Tower Emergency Pasca Musibah Longsor

Selain itu, pengamanan terus dilakukan mengingat lokasi tempat tower emergency berdiri rawan terhadap longsoran tanah akibat gerusan aliran sungai Puna

13 Mei 2017 12:07 WIB

Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik.
Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik. dok. PLN

PALU, JITUNEWS.COM - Paska gangguan tower roboh T.46 SUTT 150 KV Poso – Sidera Kelurahan Tabalu Kecamatan Poso Pesisir, PLN terus berupaya melakukan pengamanan terhadap tower emergency yang sudah berhasil didirikan pada tanggal 30 April 2017. Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjaga agar tower emergency tetap beroperasi sehingga pasokan energi listrik dari PLTA Poso ke Kota Palu, Parigi, Sigi dan Donggala tetap tersalurkan.

Selain itu, pengamanan terus dilakukan mengingat lokasi tower emergency berdiri rawan terhadap longsoran tanah akibat gerusan aliran sungai Puna yang sampai saat ini terus mengalir deras. Tindakan pengamanan yang dilakukan PLN yaitu:
- Melakukan normalisasi aliran sungai agar tidak mengarah ke lokasi tower emergency berdiri yang dilakukan sejak tanggal 25 April 2017 hingga hari ini, Sabtu, tanggal 12 Mei 2017.
- Melakukan pengamanan dengan memasang rambu-rambu tanda bahaya di sekitar tower dan andongan jaringan demi menjaga keselamatan pasokan tenaga listrik bagi masyarakat sekitar.
- Sosialisasi di lingkungan masyarakat sekitar agar berpartisipasi dalam menjaga keamanan tower emergency.

Seperti diketahui, pada hari Jumat, tanggal 5 Mei 2017 yang lalu, tanggul buatan yang dibangun tidak mampu menahan derasnya aliran sungai Puna sehingga tanggul buatan tersebut jebol terbawa arus sungai. Tim dari PLN kembali melakukan normalisasi aliran sungai dan membangun tanggul guna mengamankan tower emergency. Kemudian pada hari Selasa, tanggal 9 Mei 2017 pukul 16.30 s.d. 22.30 debit air sungai meningkat dan lokasi tower diguyur hujan sehingga debit air terus bertambah dan meluas, sehingga tanggul buatan jebol kembali, terjadi longsoran tanah di pinggir sungai dan anchor penahan tower emergency 2 yang semula berjarak 10 meter hanya tersisa 4 meter.


PLN Bangun Pembangkit Berkapasitas 1.413 MW di Kalsel dan Kalteng

"PLN terus berupaya mengamankan tower ERS dari derasnya aliran sungai sejak hari Rabu, tanggal 10 Mei 2017 hingga hari Jumat, tanggal 12 Mei 2017. Normalisasi dan pembuatan tanggul dilakukan lagi dengan menggunakan 3 unit escavator," ujar Kepala Satuan Komunikasi Korporat, I Made Suprateka, melalui rilisnya, Sabtu (13/5).

Pembuatan dan pemasangan bronjong sisi depan tower ERS yang langsung berhadapan dengan sungai dilakukan dengan mengerahkan warga sekitar. PLN juga telah melakukan sosialisasi kepada warga kelurahan Tabalu Kecamatan Poso Pesisir di kantor kelurahan Tabalu yang dihadiri beberapa aparat terkait seperti Kelurahan, Kecamatan, Polsek, dan Koramil. Pada saat yang sama juga dilakukan grounding pagar pengaman tower emergency dan pemasangan rambu–rambu tanda bahaya di sekitar lokasi. 

PLN juga telah berkoordinasi langsung dengan Kapolres Poso dan Dandim 1307 Poso. Tim PLN terus berupaya mengamankan lokasi Tower ERS, guna tetap tersalurkannya pasokan listrik dari PLTA Poso ke Sistem Sulteng. Pengerahan warga sekitar juga dilakukan PLN dengan dibantu 3 unit escavator. Semoga cuaca cerah terus menghampiri Poso selama beberapa hari ke depan, sehingga tidak membahayakan tower ERS yang telah berdiri.

PLN Imbau Masyarakat Waspadai Oknum ‘Nakal’

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan