logo


Usaha Mikro Naik Kelas Harus Tingkatkan Manajemen Keuangan

Pemerintah berencana akan memberikan bantuan pelatihan lainnya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Kementerian koperasi dan UKM tahun 2018.

12 Mei 2017 13:40 WIB

Seorang ibu sedang membatik di rumah batik palbatu, Jakarta, Rabu (18/05/2016).
Seorang ibu sedang membatik di rumah batik palbatu, Jakarta, Rabu (18/05/2016). Jitunews/Johdan A.A.P

BENGKULU, JITUNEWS.COM -  Para pelaku KUMKM yang akan naik kelas dari usaha mikro menjadi usaha kecil agar lebih lagi memperhatikan manajemen pengelolaan keuangan usahanya. Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementrian Koperasi dan UKM Prakoso BS di hadapan ratusan peserta pelatihan dalam rangka peningkatan Capacity Building bagi KUMKM se-Provinsi Bengkulu, di Kota Bengkulu, Selasa (9/5).

"Artinya, bila sudah naik kelas menjadi usaha kecil, maka pengelolaan keuangan usaha harus dimanage dengan lebih baik lagi", kata Prakoso melalui keterangan pers Humas Kementerian Koperasi dan UKM, Rabu (10/5/2017).

Acara itu dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.


Sebut Wapres Keliru, Syarief Hasan Serang Balik

Prakoso menambahkan, pelaku usaha kecil perlu mulai menggeluti pemasaran melalui online atau e-Commerce.

"Memperluas jaringan pemasaran bagi produk yang dihasilkan melalui online juga bakal semakin meningkatkan kinerja usahanya. Jangan pernah menunda-nunda untuk mulai masuk ke dunia pemasaran melalui e-Commerce, karena memang sekarang sudah memasuki era digital", tandas Prakoso.

Untuk itu, lanjut Prakoso, pihaknya akan terus melakukan program pendampingan bagi usaha mikro dan kecil, khususnya bagi usaha mikro yang akan naik kelas.

"Pendampingan yang akan kita lakukan, selain menyangkut manajemen mengelola usaha dan pasar online, juga akan diberikan semacam pelatihan mengemas produknya. Karena, salah satu kunci sukses sebuah produk diterima oleh pasar adalah faktor kemasan. Kemasan produk tak boleh lagi asal-asalan. Produk berkualitas akan semakin bernilai bila unsur kemasan juga menjadi perhatian utama", kata Prakoso.

Dalam kesempatan itu juga Prakoso menyebutkan bahwa pihaknya berencana akan memberikan bantuan pelatihan lainnya melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Kementerian koperasi dan UKM tahun 2018. "Pelatihan akan menyasar kalangan nelayan, pelaku UKM di sektor kuliner, kerajinan, dan sebagainya. Targetnya jelas, agar pelaku usaha mikro bisa naik kelas menjadi usaha kecil", tegas Prakoso.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Gubernur Bengkulu memberikan apresiasi atas diselenggarakannya pelatihan tersebut.

"Saya sangat mendukung acara pelatihan seperti ini karena bermanfaat bagi kemajuan usaha pelaku UKM di Bengkulu. Potensi daerah Bengkulu sangat bagus bila mampu dimanfaatkan oleh pelaku usaha, khususnya kalangan usaha mikro dan kecil", pungkasnya.

Perkokoh NKRI dengan Membangun Koperasi

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas