logo


IPA: Investasi Hulu Migas Menurun Tajam, Karena....

Data dari SKK Migas menunjukkan angka investasi hulu migas di Indonesia terus menurun tajam

10 Mei 2017 20:49 WIB

Pengeboran minyak.
Pengeboran minyak. shutterstock

JAKARTA, JITUNEWS.COM Krisis harga minyak global yang tengah terjadi saat ini telah membawa efek domino ke berbagai sektor di Indonesia antara lain melambatnya pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah, macetnya industri penunjang migas, pengurangan tenaga kerja hingga dampak-dampak sosial lainnya dalam masyarakat.

Data dari SKK Migas menunjukkan angka investasi hulu migas di Indonesia terus menurun tajam, dari sebesar 15,34 miliar dollar AS di tahun 2015 menjadi 11,15 miliar dollar AS di tahun 2016, atau terjadi penurunan dalam kurun waktu setahun sebesar 27 persen.

Pemerintah dan semua pihak yang terkait memiliki peran penting untuk segera mengambil tindakan yang tepat, sehingga Indonesia dapat terhindar dari krisis energi yang lebih luas dan berkepanjangan. Solusi yang lengkap dan jangka panjang yang dimulai dengan reformasi kebijakan yang sesuai tujuan sangat diperlukan.


“Bumi Pertiwi Masih Meminta Ahok Berkorban Sekali Lagi”

Menurut Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association, Marjolijn Wajong, kondisi ini memberikan dampak pada tidak adanya penemuan ladang minyak baru yang disebabkan rendahnya aktivitas eksplorasi.

“Saya harus menekankan betapa mendesaknya kondisi saat ini. Tidak ada penemuan ladang minyak baru yang disebabkan oleh rendahnya aktivitas eksplorasi akan memukul kemampuan produksi migas Indonesia di masa mendatang. Penurunan produksi akan bertambah buruk bila kita hanya bergantung pada daerah produksi yang sudah berjalan. Kita perlu menemukan cadangan migas baru di lokasi baru. Untuk itu kita membutuhkan investasi yang sangat besar,” ujarnya dalam jumpa pers tentang acara Konvensi dan Pameran IPA 2017 di Jakarta, Rabu (10/5).

Dalam kesempatan yang sama, Presiden IPA Christina Verchere mengatakan bahwa Indonesia harus mampu bersaing secara regional dan global guna mendapatkan pendanaan untuk investasi. “Karena itu kondisi industri harus menarik bagi investor untuk mau berinvestasi di Indonesia,” jelasnya.

Di sisi lain, tantangan industri sektor hulu migas Indonesia beserta semua sektor pendukungnya, memiliki efek berganda yang besar bagi perekonomian Indonesia. Menurut data dari Katadata, setiap investasi di sektor hulu migas senilai 1 juta dollar AS akan menciptakan nilai tambah sebesar 1,6 juta dollar AS, memberikan kontribusi atas PDB sebesar 700 ribu dollar AS, serta menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 100 orang Indonesia.

Namun, besarnya kontribusi diatas terpasung oleh berbagai tantangan yang saat ini dihadapi oleh industri migas Indonesia, seperti kepastian hukum, skema pembiayaan yang kompetitif, reformasi regulasi (revisi dari Peraturan Pemerintah No. 79 tahun 2014 dan perhitungan keekonomian skema Gross Split), serta biaya investasi.

Berbagai tantangan tersebut mengakibatkan produksi minyak yang terus menurun, rasio penggantian cadangan minyak yang rendah, investasi infrastruktur gas domestik yang lambat serta rendahnya ketertarikan investor pada blok baru yang ditawarkan oleh pemerintah.

Direktur Eksekutif IPA Sebut Sektor Hulu Migas Perlu Ditingkatkan

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Aurora Denata