logo


Direktur Eksekutif IPA Sebut Sektor Hulu Migas Perlu Ditingkatkan

Marjolijn Elisabeth Wajong, mengatakan bahwa saat ini daya saing sektor hulu migas yang ada di Indonesia kurang menarik sebagai tempat investasi

10 Mei 2017 20:17 WIB

Ilustrasi pengeboran minyak.
Ilustrasi pengeboran minyak. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Associaton, Marjolijn Elisabeth Wajong, mengatakan bahwa saat ini daya saing sektor hulu migas yang ada di Indonesia kurang menarik sebagai tempat investasi. Faktor daya saing ini yang seharusnya menjadi pertimbangan dalam mengambil segala kebijakan, terutama masalah fiskal.

“Nanti dikasih liat di konveks. Tapi memang ada beberapa hal yang di kita itu memang kurang menarik, salah satunya mengenai fiskal, lebih tepatnya nanti juga ada,” ujarnya dalam jumpa pers tentang acara Konvensi dan Pameran IPA 2017 di Jakarta, Rabu (10/5).

Yang kedua, lanjutnya, adalah kemudahan untuk menjalankan bisnis?. Menurutnya, dalam konteks kemudahan menjalankan bisnis ini masih membutuhkan waktu yang lama.


Jokowi Bahas Perlindungan Buruh Migran Indonesia saat Bertemu Chief Executive Hong Kong

“Tau lah kan permitnya aja lama, sampai tahunan. Mulai dari dapat WK sampai produksi itu lama. Itu bisa sampai 15 tahun. Special cases lebih lagi. Tapi katakanlah ngga semua segitu ya, katakanlah 13 tahun,” jelasnya.

Meskipun seluruh dunia sedang ada masalah terkait penurunan harga minyak, ia mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah satu-satunya asumsi untuk memutuskan sebuah perusahaan yang ingin menanamkan modalnya. Ia meminta untuk ditingkatkan lagi semangat dalam berkompetisi.

“Jadi kalau menurut saya, walau memang seluruh dunia ada masalah penurunan harga, tapi semangat untuk berkompetisinya dong ditingkatkan. Jadi kalau bikin aturan kebijakan, mesti dipikir bisa menaikkan gak yah kompetisi Indonesia dibandingkan negara lain,” pungkasnya.

Jonan Sebut Sistem Unbundling Susah Setengah Mati

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Aurora Denata