logo


Kepala BPTP Balitbangtan Aceh Sebut Varietas Benih Inpari Sangat Adaptif di Provinsi Aceh

Basri A. Bakar menyebutkan bahwa varietas padi Inpari cukup adaptif dengan kondisi iklim di provinsi Aceh

10 Mei 2017 16:30 WIB

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Balitbangtan Aceh, Basri A. Bakar .
Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Balitbangtan Aceh, Basri A. Bakar . Jitunews/Siprianus Jewarut

ACEH, JITUNEWS.COM- Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Balitbangtan Aceh, Basri A. Bakar menyebutkan bahwa varietas padi Inpari cukup adaptif dengan kondisi iklim di provinsi Aceh.

"Kita sudah melakukan kajian terkait dengan varietas yang adaptif, rupanya varietas padi Inpari cukup adaptif dengan keadaan iklim di Provinsi Aceh," demikian kata Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian(BPTP), Balitbangtan Aceh, Basri A. Bakar, Rabu (10/5).

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa varietas Inpari 30 dan Inpari 32 mampu mendongkrak produksi padi di provinsi Aceh dengan rata-rata produksi mencapai 8 sampai 10 ton per hektarnya.


Cegah Serangan Hama Pada Tanaman Kakao, Ini Upaya BPTP Balitbangtan Aceh

"Ini sangat luar biasa, produksinya bisa mencapai 8 sampai 10 ton per hektar, ini berbeda dengan varietas lokal yang ada yang produksinya hanya mencapai 4 sampai 5 ton per hektar," katanya.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya iklim di Provinsi Aceh juga cukup adaptif dengan varietas Ciherang tetapi sekarang ini produksinya terus menurun, karena tidak adaptif lagi dengan iklim yang ada.

Sementara itu, Ia juga menyoroti pemanfaatan lahan kering dan suboptimal. Pasalnya saat ini pihaknya sudah merilis sejumlah varietas padi yang toleran terhadap genangan (rawa), toleran terhadap kekeringan, dataran tinggi dan juga sawah irigasi. Maka dengan adanya sejumlah varietas unggul tersebut pihaknya akan memaksimalkan pemanfaatan lahan kering dan suboptimal tersebut guna meningkatkan produksi pangan di provinsi Aceh.

"Kita sebenarnya memiliki lahan kering dan suboptimal yang cukup luas, maka ke depannya akan kita maksimalkan pemanfaatannya dengan sejumlah varietas unggul yang ada," katanya.

Dengan adanya sejumlah program strategis pemerintah pusat dalam hal ini kementerian pertanian (kementan), Basri A Bakar menyebutkan akan mampu mendorong produktifitas hasil pangan di provinsi Aceh.

"Sebelumnya rata-rata produksi padi hanya mencapai 5,4 ton per hektar, Dengan ditemukannya sejumlah varietas unggul dan adaptif terhadap kondisi iklim di provinsi Aceh ini, maka produksinya akan terus meningkat. Targetnya dengan Inpari 30 dan Inpari 32 bisa mencapai 8 sampai 10 ton per hektarnya," tukasnya.

Mentan Sebut Kenaikan Harga Bawang Putih Tidak Wajar

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Aurora Denata