logo


Polri Siap Tindak Pelaku Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif

Pelaku akan dijerat sesuai ketentuan perundang-undangan nomor 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan.

10 Mei 2017 13:53 WIB

Ilustrasi sapi ternak.
Ilustrasi sapi ternak. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komjen Putut Eko Bayuseno dari Baharkam Polri, mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung program yang dicanangkan oleh Kementerian pertanian dalam hal ini Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH).

"Kami dari Baharkam Polri dan seluruh fungsi di jajaran Baharkam hingga ke wilayah siap akan memberikan dukungan penuh terhadap program-program Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, khususnya dalam rangka pencegahan maupun penindakan terhadap pemotongan ternak ruminansia betina produktif secara illegal, " ujarnya di Jakarta, Selasa(9/5).

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa pihak Polri dan Dirjen PKH Kementan sudah melakukan penandatanganan kerjasama untuk melakukan pengawasan di lapangan.


Jaga Produksi Kakao Nasional, Forum Kakao: Petani Kakao Harus Bersatu

"Kita sudah lakukan MOU yang merupakan langkah awal untuk melakukan pengawasan dan penindakan di lapangan,"katanya.

Sementara itu sebagai bentuk turunan dari langkah pengawasan di lapangan, pihaknya akan melakukan penyusunan pedoman kerja untuk disosialisasi ke Polda-polda sebagai acuan implementasi di lapangan.

"Action juga sudah ada yang dilakukan terkait dengan larangan pemotongan hewan betina produktif. Namun terjadi kontradiktif dengan jagal di RPH karena prinsip mereka semakin banyak hewan yang dipotong, maka akan semakin banyak upah mereka, sehingga makin banyak hewan yang dipotong meskipun betina produktif," ucap Putut.

Ia menegaskan bahwa setiap pelaku yang melanggar ketentuan dari pemerintah, dalam hal ini imbauan dan langkah sosialisasi yang dilakukan Kementan, akan langsung dikenakan sanksi.

"Pelarangan ini diancam dengan hukuman beberapa tahun penjara sesuai uang tercantum dalam UU Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan,"tegasnya.

Ia menegaskan bahwa kedepannya langkah pengawasan lapangan akan dilanjutkan oleh Babin Kamtibnas yang memiliki anggota di seluruh pelosok tanah air sekitar 22 ribu anggota.

"Dimana nantinya satu Babin kamtinas akan bertanggungjawab terhadap pengawasan 1 atau 2 desa. Mereka akan bergerak untuk proses penegakan hukum," tutupnya.

Hindari Pemotongan Sapi dan Kerbau Ruminansia Betina Produktif, Kementan Gencar Lakukan Sosialisasi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari