logo


Wilayah Asia Masih Jadi Daya Tarik Ekspor Perikanan Bitung

Tiga pasar Asia paling besar targetnya adalah China, Thailand, dan Vietnam.

9 Mei 2017 18:53 WIB

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (PDSPKP-KKP), Nilanto Perbowo.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (PDSPKP-KKP), Nilanto Perbowo. Jitunews/Riana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo, mengatakan tingkat ekspor di sektor perikanan wilayah perairan Bitung, Sulawesi Utara, setiap tahunnya terus meningkat.

"Tahun 2015 yang keluar dari Bitung itu sedikit. Namun, tahun 2016 yang keluar itu banyak. Kita terus gali ke belakang agar lebih meningkat," beber Nilanto kepada Jitunews.com, di Jakarta, Selasa (9/5/2017).

"Dan, grafik menunjukkan peningkatan. Dari industri sendiri kita juga punya data yang sudah dilaporkan. Sektor perikanan ini kan gerbangnya melalui karantina lalu dikirim ke Jakarta atau Surabaya," tambahnya. 


Susi Pudjiastuti Ungkap Modus Pencurian Ikan di Bitung

Nirlanto juga mengatakan wilayah Asia masih menjadi pasar ekspor paling besar di sektor perikanan Bitung. "Yang paling besar pasar targetnya adalah China, Thailand, dan Vietnam. Jepang sedang diproses. Yang kita inginkan ekspor kita lebih dari 50 persen. Ini yang harus kita ubah," terangnya.

Pada kesempatan berbeda, Koordinator Staf Khusus Tugas Pemberantasan Penangkapan secara Ilegal, Mas Achmad Sentosa, menerangkan bahwa Indonesia telah melangkah dari sekadar negara penghasil sumber daya perikanan menjadi negara yang memulai "best practice" di bidang penegakan hukum serta pengelolaan ikan yang bertanggung jawab.

Empat Tempat Pengalengan Ikan di Bitung Terancam Tutup

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Nugrahenny Putri Untari