logo


Empat Tempat Pengalengan Ikan di Bitung Terancam Tutup

Menurut Franky, di kota Bitung, ada tujuh tempat pengalengan ikan.

9 Mei 2017 16:38 WIB

Pengalengan ikan.
Pengalengan ikan. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekjen Asosiasi Pengolahan Ikan Sulawesi Utara (APIKI), Franky Audifax Tumion, mengatakan sejak dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2017, kota Bitung, Sulawesi Utara, kemudian dikenal sebagai 'Entry Point' dalam sektor perikanan.

Menurut Franky, di kota Bitung, ada tujuh tempat pengalengan ikan. Tujuh dari total 14 tempat pengalengan ikan di seluruh Indonesia tersebut pada kenyataannya memang menyerap banyak tenaga kerja.

Akan tetapi, bila kasus pencurian ikan tidak ditindak atau banyaknya masalah di sektor perikanan yang tidak ditemukan solusinya, dipastikan akan ada empat pengalengan ikan yang akan tutup nantinya.


Susi: Pencurian Ikan Berdampak pada Sumber Daya Perikanan Indonesia

"Kota Bitung itu dikenal sebagai kota pelabuhan. Banyak dilirik investor baik dalam dan luar negeri serta juga pelaku usaha. Selain pencurian ikan, kendala yang dihadapi juga adalah kekurangan bahan baku," ungkap Franky kepada Jitumews.com, di Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (9/5/2017) siang.

Franky menjelaskan, total investasi di sektor perikanan di pulau Bitung adalah sekitar Rp1,1 triliun. Sementara itu, ikan laut yang bisa diolah di Bitung antara lain ikan tuna, tongkol dan cakala.

Hasil tangkapan ikan di pulau Bitung, lanjut Franky, diekspor ke beberapa negara di Uni Eropa (UE) serta Amerika. "Kami minta disediakan kapal pengumpul ikan (collecting) di Bitung," tutupnya.

Susi Pudjiastuti Ungkap Modus Pencurian Ikan di Bitung

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Nugrahenny Putri Untari