logo


Laode M Syarif: Sektor Perikanan Jadi Unsur Paling Gelap di KPK

KPK sendiri berharap agar kesejahteraan di sektor perikanan terus meningkat.

9 Mei 2017 16:18 WIB

Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif.
Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif, mengungkapkan bahwa kontribusi pajak dari sektor perikanan atau laut sangat kecil sekitar 0,02 persen. Menurut Laode, sektor perikanan menjadi unsur paling gelap di KPK.

"Unsur paling gelap di KPK seperti pemberian izin yang tumpang tindih, kelembagaan yang kurang memadai, lemahnya pengawasan dan penegakan hukum dalam mengelola sumber daya alam masih sedikit," ujar Laode kepada Jitunews.com, di Jakarta, Selasa (09/05) siang.

Mirisnya, beber Laode, banyak kapal penangkap ikan di Indonesia yang belum mempunyai NPWP. Lanjut ia, korupsi di sektor laut sama dengan di perikanan sering kali dimainkan oleh aparat keamanan atau penegak hukum itu sendiri.


Kunker ke Banjarnegara, DPR Apresiasi Keberhasilan Perikanan Budidaya

"Kapal yang punya NPWP hanya 64,4 persen, sisanya tidak punya NPWP. Lalu, status perusahaan yang tercatat, dari 1400 perusahaan sekitar 70 persen tidak terindentifikasi. Lalu apa kontribusi ekonominya untuk negara?" kata Laode mengeluhkan.

KPK sendiri berharap agar kesejahteraan di sektor perikanan terus meningkat. Karena dengan sistem keterbukaan seperti sekarang, pelaku bisnis akan terjamin dan nyaman dalam menjalankan bisnisnya.

"Pengusaha, baik itu partner kita, semua yang membuat kita nggak nyaman harus kita stop," tegas Laode menutup pembicaraan.

Realisasi Kinerja Pembangunan Perikanan Budidaya Triwulan I 2017 Positif

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Vicky Anggriawan