logo


Komisi I DPR Menilai Hakim Memiliki Pertimbangan Soal Vonis Ahok

Jazuli meminta kepada seluruh pihak, apalagi seorang pejabat publik untuk berhati-hati dalam mengungkapkan pernyataan terkait keyakinan agama.

9 Mei 2017 15:31 WIB

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini.
Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengatakan hakim telah memiliki pertimbangan-pertimbangan hukum atas dasar keyakinan pada fakta hukum sebelum memberikan keputusan kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dalam kasus penistaan agama. Sehingga diharapkan semua pihak menghormati putusan hakim yang telah memvonis dua tahun penjara kepada Ahok.

Sebelumnya diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dinyatakan bersalah dalam kasus penistaan agama dan dijatuhi hukuman penjara dua tahun serta ditahan.

"Kita hormati putusan dua tahun penjara, mudah-mudahan ini keputusan yang adil. Kita juga hormati upaya hukum lanjutan yang dilakukan Ahok melalui proses banding," ujarnya di Jakarta, Selasa (9/4)


Fadli Zon Sebut Hakim Kasus Ahok Hebat

Selain itu, Jazuli meminta kepada seluruh pihak, khususnya pejabat publik untuk berhati-hati mengungkapkan pernyataan terkait keyakinan agama apapun yang diakui di Indonesia ini. Hal ini perlu menjadi perhatian kita semua, karena di dalam vonis putusan hakim disebutkan bahwa Ahok telah terbukti melakukan penistaan agama berdasarkan Pasal 156a KUHP.

"Ini pelajaran bagi kita semua, hati-hati betul jangan menyinggung keyakinan (agama) orang lain. Jangan lagi ada sikap-sikap agresif yang menyinggung umat beragama," tuturnya.

Kemudian, anggota Komisi I ini berharap setelah keputusan hakim ini agar pihak-pihak yang pro dan kontra menghentikan polemik apalagi provokasi agar kondisi bangsa kembali kondusif.

"Kita harapkan polemik persoalan ini dihentikan agar kondisi bangsa kembali kondusif," tutupnya.

PKS Harap Masyarakat Hormati Keputusan Hakim Pasca Ahok Divonis Dua Tahun Penjara

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Syukron Fadillah