logo


Atasi Masalah Benih Bawang, ABMI: Petani Daerah Harus di Latih Menjadi Penangkar Benih

Petani mengeluh, setiap bibit yang dikirim dari Jawa untuk ditanam ke Aceh mengalami gagal produksi.

9 Mei 2017 10:37 WIB

Pekerja menata bawang merah.
Pekerja menata bawang merah. Antara

ACEH, JITUNEWS.COM- Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Juwari mengatakan bahwa belum terselesaikanya masalah perbenihan khususnya bawang merah lebih dikarenakan para petani daerah tidak pernah dilatih untuk menjadi penangkar benih bawang merah.

"Para petani bawang merah belum pernah dilatih untuk menjadi penangkar benih, maka dampaknya petani selalu mengharapkan benih dari daerah lain," ujarnya, Selasa (9/5).

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa untuk menjaga keberlanjutan dan ketersediaan benih bawang di suatu daerah sentra tanaman bawang pemerintah perlu melatih petani-petani di daerah untuk bisa menangkar benih sendiri.


KTNA: Harga Bawang Merah Naik Karena Spekulan Bukan Kurangnya Pasokan

"Petani produsen harus menyediakan benih sendiri. Makanya setiap kali musim panen tiba, petani harus mensisihkan 10 sampai 20 persen dari hasil produksi tersebut untuk benih pada musim berikutnya. Di jawa itu sudah begitu, jadi tidak ada kelangkaan benih,"katanya.

Sementara itu, Rusdi (32) pengusaha bawang merah dari Kabupaten Aceh Besar mengeluhkan bahwa setiap benih yang di kirimkan dari jawa untuk di tanam di Aceh sebagian besar mengalami gagal produksi.

"Benih yang dikirim, rata-rata tidak bisa tumbuh dengan baik, kebanyakan gagal panen karena tidak sesuai dengan kadar tanahnya,"ucapnya.

Ia meminta kepada pemerintah agar memperhatikan ketersediaan benih terutama yang sesuai dengan keadaan alam daerah setempat.

Seperti diketahui dalam usaha tani bawang merah, benih merupakan salah satu faktor produksi yang memerlukan biaya tinggi, dengan kebutuhan benih sekitar 800-1.200 kg/ha.Tingginya kebutuhan benih bawang merah baik dalam bentuk benih komersial maupun benih sumber , ternyata belum diikuti produksi benihnya. Selain itu petani bawang merah di Indonesia nampaknya sangat tergantung terhadap benih impor seperti varietas Super Philip dan varietas dari Thailand, India dan Vietnam (berkembang di daerah Brebes).

Padahal benih impor varietas bawang merah yang tersebar di Indonesia merupakan bawang merah untuk konsumsi yang disimpan 2-3 bulan. Hal ini karena belum banyak produsen yang mau bergerak di bidang perbenihan bawang merah.

ABMI Minta Pemerintah Tutup Setiap Jalur Tikus Masuknya Pangan Impor Illegal ke Indonesia.

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari