logo


Penas XV di Aceh, Momentum Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia

"Salah satu faktor utamanya adalah petani kebanyakan berlahan sempit dan mereka tidak memiliki lembaga ekonomi yang kuat," ucap Winarno.

8 Mei 2017 14:36 WIB

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno Tohir.
Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno Tohir. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir, mengatakan bahwa momentum Penas Petani Nelayan XV Tahun 2017 yang berlangsung di Aceh saat ini merupakan momentum kebangkitan semangat petani dan nelayan Indonesia.

"Acara Penas yang saat ini sedang berlangsung merupakan momentum yang baik untuk kebangkitan semangat para petani dan nelayan Indonesia," demikian kata Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir, kepada Jitunews.com, Senin (8/5).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini posisi tawar petani masih lemah. Harga jual gabah, cabai, bawang merah, sawit dan komoditi pertanian lainnya seringkali jatuh di bawah harga keekonomian.


Herman Khoerun Sebut DPR Dukung Penuh Upaya Peningkatan Produksi di Sektor Pangan

"Salah satu faktor utamanya adalah petani kebanyakan berlahan sempit dan mereka tidak memiliki lembaga ekonomi yang kuat," demikian katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa jumlah kelompok petani (Poktan) baru sekitar 543.836 Poktan. Satu Poktan beranggotakan 25 sampai 30 petani. Dengan ketentuan itu, seharusnya Indonesia memiliki paling tidak 1 juta kelompok.

"Berarti masih ada sekitar 400.000 Poktan yang semestinya ada," demikian katanya.

Salah satu kelembagaan ekonomi petani yang dapat dikembangkan adalah kelembagaan ekonomi petani (KEP) dalam bentuk korporasi dengan pendekatan kawasan ekonomi. Melalui pendekatan kawasan yang dikelola koperasi petani yang kuat Fathan yakin petani akan bisa memiliki posisi tawar yang tinggi dan pendapatan mereka meningkat.

Penas kali ini mengambil tema 'Melalui Penas Petani Nelayan XV Tahun 2017, Kita Mantapkan Kelembagaan Tani Nelayan dan Petani Hutan sebagai Mitra Kerja Pemerintah dalam rangka Kemandirian, Ketahanan dan Kedaulatan Pangan menuju Kesejahteraan Petani Nelayan Indonesia'.

Temu Karya Sarana Tukar Informasi dan Pengalaman Bagi Petani-Nelayan

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Syukron Fadillah
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex