logo


Temu Karya Sarana Tukar Informasi dan Pengalaman Bagi Petani-Nelayan

Temu Karya pada PENAS XV mengambil tema “Pengembangan Inovasi Tepat Guna Berbasis Kearifan Lokal untuk Kemandirian dan Ketahanan Pangan Nasional”

8 Mei 2017 14:10 WIB

Badan Karantina Kementerian Pertanian, Jafar Sidik didampingi Kasubag Hukum dan Humas Badan Karantina Pertanian, Arief Cahyono memberikan keterangan pers .
Badan Karantina Kementerian Pertanian, Jafar Sidik didampingi Kasubag Hukum dan Humas Badan Karantina Pertanian, Arief Cahyono memberikan keterangan pers . Jitunews/Siprianus Jewarut

ACEH, JITUNEWS.COM- Jafar Sidiq, Kabag Hukum dan Humas Badan Karantina, menjelaskan Temu Karya PENAS XV Tahun 2017 merupakan pertemuan antar sesama kontak tani-nelayan untuk saling tukar menukar informasi dan pengalaman dalam rangka mengembangkan usaha tani, pada konferensi pers di ruang Media Center, Senin (8/5).

Temu Karya pada PENAS XV mengambil tema “Pengembangan Inovasi Tepat Guna Berbasis Kearifan Lokal untuk Kemandirian dan Ketahanan Pangan Nasional”

Kegiatan Temu Karya itu akan berlangsung mulai tanggal 8 s.d 9 Mei 2017 di SMKN 2 Lhong Raya dan diikuti oleh 24 provinsi yang masing-masing diwakili oleh 5 orang yakni 2 orang penyaji, 2 orang pendamping dan 1 orang penyuluh.


Menguak Potensi Padi Gogo di Gelaran PENAS XV 2017

Berikut adalah karya yang dipresentasikan oleh 24 provinsi : Kalimantan Selatan dengan APENA (Alat Penyiapan Persemaian Sederhana), Jawa Timur dengan Gerakan Bondowoso sebagai pertanian organik, Kalimantan Timur, pembibitan lada medioker, Lampung dengan Fermentasi pelepah keladi/sente sebagai alternatif pakan ikan gurame yang murah.

Provinsi Jambi dengan Pengendalian kebakaran lahan dan kebun berbasis teknologi informasi dan pemberdayaan petani di desa Lubuk Bernai Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sumatera Barat dengan Pengendalian hama (perangkat walang sangit)

Provinsi Bangka Belitung dengan Alat pendeteksi kebakaran hutan, Sulawesi Selatan dengan tema Pengelolaan dan optimalisasi sistem irigasi desa, Banten dengan Solusi heat stress untuk peternakan unggas Indonesia.

Provinsi Bengkulu dengan Pengaruh pemberian toping pada log jamur terhadap pertumbuhan awal miselium serta efesiensi biaya nutrisi, Bali dengan Alat tanam padi (Transplanter semi mekanis), Kalimantan Tengah dengan ATAKA ( Alat tanam kedelai)

Provinsi DKI Jakarta dengan pemanfaatan teknologi pengolahan limbah bawang merah untuk mendukung pertanian perkotaan dan perbaikan lingkungan hidup di DKI Jakarta, Provinsi Papua Barat dengan Tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan dasar pupuk organik cair (POC).

Provinsi Sumatera Barat dengan judul makalah Gaji 5 juta per bulan dengan beternak domba ramah lingkungan, Provinsi Maluku dengan Peningkatan pangan lokal embal menjadi produk embal ikan sayur (EKANSA), Provinsi Jawa Tengah dengan Alat pelubang mulsa.

Sedangkan Provinsi Aceh dengan inovasi teknologi pengolahan hasil dan pemasaran produk kopi Gayo dalam bentuk kopi anggur (wine coffee), Provinsi Papua dengan teknologi pengolahan kelapa “phico” berbasis masyarakat lokal di Sarmi Papua, Provinsi Sulawesi Tengah dengan alat pengering (oven) cabe dan hasil komoditi pertanian lainnya.

Provinsi Riau dengan alat sedot air tanpa mesin, Provinsi Jawa Barat dengan makalah pacu tabulampot berbuah lebat dengan hormon zat pengatur tumbuh (ZPT), Provinsi NTT dengan budidaya cabe rawit padi (lokal) dan Provinsi NTB dengan jus pollen lebah madu trigona SP berkhasiat bagi kesehatan. 

KKP Gelar 32 sesi Klinik Konsultasi Kelautan dan Perikanan di Expo Aquaculture Penas XV Aceh

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Aurora Denata