logo


Kata Budayawan NU, Kelompok Radikal Jadikan Kasus Ahok Sebagai ‘Tameng’ untuk Ini…

Agus menuturkan, salah satu bukti bahwa kasus Ahok dijadikan tameng, terbukti dengan semakin masifnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melancarkan ideologinya di masyarakat.

8 Mei 2017 03:35 WIB

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Gejala Islamophobia (ketakutan atau kekhawatiran berlebihan terhadap kaum Muslim) yang melanda tanah air saat ini dinilai sengaja dihembuskan oleh kelompok radikal untuk meruntuhkan NKRI. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Pengurus Pusat Lembaga Seni Budaya Muslimin Nahdlatul Ulama (PP Lesbumi), KH Agus Sunyoto.

Dan, lanjut Budayawan NU itu, agar kelompok radikal tersebut bisa melancarkan niatnya mengubah dasar negara Indonesia menjadi negara berideologi khilafah, maka mereka pun menggunakan kasus penodaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai ‘tameng’.

Sandiaga Optimis Gerindra Bakal Menangkan Pilgub Jabar


"HTI Ingin Mengubah Ideologi Negara, Kami Tak Ingin Negara Ini Hancur"

“Ahok hanya alasan saja, mereka akan terus ribut sampai Jokowi jatuh dan tujuannya mengubah NKRI,” tegas Agus, di Jakarta, Minggu (7/5).

Sandi Siap Bertemu Luhut, Beberkan Alasan Penolakan Reklamasi

Agus menuturkan, salah satu bukti bahwa kasus Ahok dijadikan tameng adalah semakin masifnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melancarkan ideologinya di masyarakat.

Ridwan Saidi: Kalau Hakim Salah Ketok, Berat Urusannya, Nanti Revolusi Nongol

“Demo itu memang dibikin. Mereka bikin isu agar publik mengalihkan perhatian supaya HTI bisa terus menyebarkan ideologinya untuk mendirikan khilafah karena sekarang masyarakat sedang mengincar mereka,” pungkasnya, seperti dikutip dari kriminalitascom.

Dapat Petunjuk dari Tuhan, Lulung: Saya Yakin 99 Persen Ahok Akan...

Terkait dengan adanya gerakan HTI tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mengatakan, jika bukti dan fakta penyimpangan yang dilakukan HTI telah diperoleh, maka tidak menutup kemungkinan organisasi itu akan segera dibubarkan.

“Masyarakat Harus Dapat Bedakan Mana Karangan Bunga dan Mana Bunga Karangan”

"Semua sudah marah lho, semua sudah minta segera ditertibkan," kata Tjahjo di Istana Wakil Presiden, Rabu (4/5) lalu, seperti dikutip dari Kompas.

Bertemu Ahok, Ibu Penderita Stroke Ini Menangis Karena...

Lanjut Tjahjo, proses penertiban itu, kini sedang di tangan Kementerian Koordinator Bidang Polhukam. 

KJP Plus Dikritik Ahok, Anies: Saya Nggak Mau Berpolemik Sekarang

"Tunggu saja tanggal mainnya," ungkap Tjahjo.

Sementara itu, Juru Bicara HTI, Ismail Yusanto, mengaku heran dengan rencana pembubaran organisasinya. Dia mengklaim, selama ini organisasinya tidak ada masalah dengan masyarakat maupun dengan pemerintah.

“Politik di Indonesia Aneh Bin Kejam”

Dikutip dari Republika, Senin (2/5), Ismail menuturkan, selama HTI berdakwah yang dibawa adalah ajaran tentang Islam. 

Penyandang Disabilitas 'Gigit Jari', Ahok Tak Mau Bicara Dengannya

"Entah itu namanya syariah, khilafah, al-Liwa, ar-Rayah, apapun semua itu adalah ajaran Islam," ujar Ismail.

Jika Ahok Divonis Bebas, Kuasa Hukum Minta Massa GNPF MUI Tak Bertindak Barbar

Ismail pun menyatakan, HTI sendiri telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM sebagai Badan Hukum Perkumpulan (BHP), tapi tidak terdaftar di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Terobos Jalur Busway, Sandi Ditegur Prabowo Begini..

Ini Persiapan Ahok Jelang Pembacaan Vonis Besok

"HTI memang tidak terdaftar di Kemendagri. Tapi, sesuai amanat Undang-Undang Ormas, HTI terdaftar di Kemenkumham," tukas Ismail kepada CNNIndonesia, Rabu (3/5).

Tak Terima Jika Dibubarkan, DPD HTI : Harusnya Pemerintah Bubarkan LGBT!

Halaman: 
Penulis : Riana