logo


Pengamat: Parpol Lebih Baik Hindari Duet Kamil-Mulyadi

Dede berpandangan, isu primordial atau pun politik identitas baik itu atas nama agama atau pun etnis bukan tak mungkin mewarnai pesta demokrasi di Jawa Barat.

7 Mei 2017 15:06 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ridwan Kamil (RK) dan Dedi Mulyadi (DM) adalah dua nama terdepan yang bakal dijagokan dalam Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2018. Menariknya, Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Dede Mariana berpendapat, jika partai politik tertentu ingin memenangkan Pilkada Jabar maka keduanya janganlah dipasangkan. Mengapa?

Penyebabnya tak lain karena kedua nama tersebut dalam memimpin daerahnya masing-masing selama ini kerap dihantam isu-isu primordial dan sektarian. Padahal, baik RK atau pun DM hanya mencoba mempertontonkan sisi nasionalisme semata. Artinya, butuh perjuangan ekstra bagi tim sukses jika ingin memenangkan Jawa Barat melalui duet RK-DM.

"Kecuali mereka berdua dengan timnya mampu mengemas dan meminimalkan prasangka-prasangka negatif tersebut," ucap Dede kepada awak media beberapa waktu lalu.


Koalisi Parpol di Pilkada DKI Akan Bubar di Pilkada Jabar 2018

Dede berpandangan, isu primordial atau pun politik identitas baik itu atas nama agama atau pun etnis bukan tak mungkin mewarnai pesta demokrasi di Jawa Barat. Maka dari itu, isu tersebut harus bisa diantisipasi jika ada partai politik yang menginginkan duet tersebut terjadi.

Isu lain yang harus diwaspadai adalah isu kesenjangan desa kota dan kemiskinan yang masih tinggi. Karena isu ini rentan memicu apatisme.

Meski memiliki tantangan yang besar, namun bukan tak mungkin baik RK dan DM untuk disatukan demi merebut kursi Jabar I. Jalannya hanyalah, mem-brand ulang dua nama tersebut sambil diiringi upaya untuk meyakinkan warga Jawa Barat bahwa RK dan DM adalah pemimpin harapan baru.

Tentunya, baik RK dan DM juga harus pintar memetakan sekaligus berbagi menyasar lumbung-lumbung suara. Bisa saja wilayah perkotaan menjadi garapan Ridwan Kamil sedangkan tingkatan kabupatan menjadi lahan kampanyenya Dedi Mulyadi.

"Terus mereka harus sepakat siapa yang akan jadi gubernur dan wagub, tanpa melihat kursi parpol yang mendukungnya, kecuali melihat kinerja masing-masing," ungkap Dede mengakhiri.

NasDem Paling Getol 'Kawinkan' Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah