logo


Pengamat: Pemerintah Harus Konsen dalam Menjaga Harga Pangan

Menurutnya, sebelum masuk ke sektor hilir (pasar), sektor hulu (produksi) harus terlebih dahulu dibenahi.

5 Mei 2017 14:06 WIB

Pedagang sayuran di pasar induk Kramat Jati.
Pedagang sayuran di pasar induk Kramat Jati. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Pertanian, Andi Sinulingga, mengatakan bahwa pemerintah harus fokus dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Menurutnya, hukum supply and demand masih menjadi pola klasik yang harus diperhatikan pemerintah dalam menjaga harga pangan.

"Hukum supply dan demand masih menjadi pola klasik yang harus menjadi perhatian pemerintah. Kalau pasokan pangannya cukup ke pasar maka harga pangan pasti akan stabil," demikian kata Andi Sinulingga saat dihubungi Jitunews.com, Jumat (5/5/2017).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pola supply dan demand ini seharusnya menjadi perhatian pertama dari pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di hilir (pasar-pasar).


Presiden Ingin Persiapan Ramadan dan Idul Fitri Dimulai Lebih Cepat

"Kuncinya pada pasokan pangan. Kalau pasokannya stabil maka harga juga pasti akan stabil," katanya lagi.

Menurutnya, sebelum masuk ke sektor hilir (pasar), sektor hulu (produksi) harus terlebih dahulu dibenahi.

Ia mengatakan bahwa ada tren peningkatan produksi pada beberapa komoditas pangan, khususnya padi. Tetapi, untuk sejumlah komoditas lain seperti hortikultura, proses produksinya masih belum maksimal.

"Untuk sektor hortikultura upaya peningkatan produksinya masih belum maksimal. Ini yang harus segera dibenahi oleh pemerintah karena akan berdampak pada kisaran harga pangan pokok di pasar," tukasnya.

DPR: Jaga Pasokan Jelang Ramadan, Kementan dan Kemendag Harus Ada Sinergi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Nugrahenny Putri Untari