logo


Harga Bawang Putih Melonjak, Pengamat: Pemerintah Atur Proses Impor Bawang Putih

Langkah mengatur proses impor bawang putih itu penting untuk dilakukan guna mengantisipasi adanya praktek penimbunan bawang putih yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

5 Mei 2017 13:04 WIB

Bawang putih.
Bawang putih. JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA,JITUNEWS.COM- Pengamat Pertanian Andi Sinulingga meminta pemerintah untuk mengatur kembali proses impor bawang putih di tanah air. Pasalnya belum adanya aturan yang jelas tentang impor bawang putih berdampak pada fluktuasinya harga bawang putih di tanah air.

“Pemerintah harus mengatur kembali impor bawang putih agar bisa mengatur besaran konsumsi masyarakat dan kuota impor bawang yang dilakukan para importir,” kata Pengamat Pertanian Andi Sinulingga saat dihubungi Jitunews.com, Jumat(5/5).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pengaturan proses impor bawang putih ini juga penting dilakukan guna mengantisipasi adanya praktek penimbunan bawang putih yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang berdampak pada harga bawang putih di pasar.


INDEF Sebut Pemerintah Perlu Jaga Pasokan Pangan Jelang Lebaran

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengakui bahwa pihaknya memang tidak pernah mengatur pasar impor bawang putih. Namun Mendag menegaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil para importir bawang putih. Langkah ini dilakukan oleh Kemendag guna mengantisipasi kelangkaan bawang putih di pasar dan naiknya harga.

Seperti diketahui, saat ini harga bawang putih terus merangkak naik. Harga bawang putih pada sejumlah pasar tradisional di Jakarta menunjukkan tren kenaikan yang mencapai Rp 60.000/kg. Sementara kisaran harga normalnya hanya mencapai Rp 25.000 hingga Rp 30.000/kg.

Selain itu, ketergantungan Indonesia akan bawang putih impor mencapai 95 persen dari kebutuhan nasional untuk setiap tahunya. Pemerintah bekerjasama dengan para pelaku importir melakukan langkah impor bawang putih dari sejumlah negara seperti Tiongkok, Vietnam dan Thailan. Rata-rata setiap tahunya mencapai 450.000 ton.

Sukseskan Program Swasembada Pangan, Muhammad Syakir: Kita Harus Tingkatkan Langkah Inovasi

Halaman: 
Penulis : Siprianus Jewarut, Ratna Wilandari