logo


Empat Seruan GNPF MUI Terkait Aksi 55

Aksi 55 ini akan dimulai usai salat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat dengan dilanjutkan dengan aksi long march menuju Mahkamah Agung (MA).

5 Mei 2017 07:04 WIB

Umat Islam melaksanakan salat Jumat saat Aksi Bela Islam III di kawasan silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12).
Umat Islam melaksanakan salat Jumat saat Aksi Bela Islam III di kawasan silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12). Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hari ini, Jumat, tanggal 5 Mei 2017, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan menggelar aksi besar-besaran bertajuk 'Aksi Bela Islam 55'. 

Aksi 55 tersebut sejatinya akan dimulai usai salat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, dilanjutkan dengan long march menuju Mahkamah Agung (MA). Selain itu, juga digelar doa bersama demi keutuhan NKRI. 

Menurut Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir, aksi ini adalah ekspresi sebagian umat Islam yang merasa terusik keadilannya akibat tuntutan ringan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan Kasus Penodaan Agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 


Soal Aksi 55, Ketum PBNU: Gak Ada Gunanya, di Islam Tidak Ada Demo-demo Seperti Itu

"Karenanya, ini adalah aksi untuk mendukung independensi hakim dalam persidangan kasus penodaan agama, untuk menjatuhkan hukuman berdasarkan nurani," ungkap Bachtiar dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (5/5).

Terkait aksi ini, GNPF MUI pun mengeluarkan empat seruan kepada umat Islam yang ingin berpartisipasi dalam Aksi 55 ini. Berikut isi lengkap empat seruan tersebut:

1. Bersih

Jagalah kebersihan hati, kebersihan pikiran, kebersihan diri, dan kebersihan lingkungan. Masing-masing membawa kantong plastik dan membuang sampah di tempatnya. Jangan biarkan secarik kertas pun berserakan dan jaga kebersihan bersama.

2. Tertib

Tertib di jalan, tertib di kendaraan, tertib berlalu lintas, tertib di tempat-tempat umum dan sebagai seorang hamba jadilah hamba yang beradab dengan menjaga ketertiban umum dan jangan berpikir untuk melanggar aturan. 

3. Aman

Orang-orang yang beriman menjadikan aman dengan keimanannya dan menjaga keamanan bagi lingkungan sekitarnya. Jika ada provokasi atas nama agama dan itu tidak memberikan rasa aman bukanlah ciri-ciri orang yang beriman. Karenanya jangan terprovokasi untuk melakukan tindakan yang menimbulkan kerusakan. Tindakan merusak fasilitas publik diharamkan dalam agama. Kita bermohon kepada Allah dan Allah pasti menurunkan keadilan-Nya di Indonesia untuk hamba-Nya yang bermunajat kepada-Nya. 

4. Damai

Hati yang damai, pikiran yang damai, orasi yang damai, dan sebarkan kedamaian karena Islam adalah agama damai. Sayangi orang di sekeliling kita, para ibu berjalan dan berkumpul sesama kaum ibu, dan para pria jagalah martabat kaum hawa dan jagalah mereka. Persiapkan segala kebutuhan pribadi, mulai dari makanan, obat-obatan, payung dan persiapan lain agar kita bisa menjaga diri.

Catat! Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas Saat Aksi 55

Halaman: 
Penulis : Riana
 
×
×