logo


Kata Mantan Ketum Muhammadiyah, Jika Penista Agama Bebas Maka…

Din Syamsuddin menilai, Aksi 55 ini merupakan ekspresi demokrasi yang dilindung konstitusi. Oleh karenanya tidak boleh ada pihak yang menghalangi.

5 Mei 2017 06:34 WIB

Din Syamsuddin.
Din Syamsuddin. dmi.or.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Hari ini, Jumat, tanggal 5 Mei 2017, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan menggelar aksi besar-besaran bertajuk 'Aksi Bela Islam 55'. Rencananya, salah satu tokoh Islam yang akan hadir dalam aksi ini adalah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Terkait aksi hari ini, Din berpesan agar peserta aksi tetap mengedepankan perdamaian.

Habib Rizieq Baru Akan Pulang ke Indonesia, Jika…


Din Syamsuddin Hingga Aa Gym Siap Ikut Aksi 55, GNPF MUI: Kami Masih Kompak!

"Jangan terhasut dan terjebak ke dalam kekerasan dan anarkisme. Dan kepada pemangku amanat, dengar dan terimalah unjuk perasaan dan pikiran rakyat untuk tegaknya hukum dan keadilan," tutur Din, di Jakarta, Kamis (4/5).

Soal Nasib Miryam, Oso: Mentang-mentang Berkawan, Kalian Mau Bongkar Juga?

Lebih jauh, Din menilai, Aksi 55 ini merupakan ekspresi demokrasi yang dilindungi konstitusi. Oleh karenanya tidak boleh ada pihak yang menghalangi.

"Kalau Ahok Bebas, Rakyat Marah Jangan Disalahkan"

"(Aksi) ini tidak ada yang boleh menghalanginya, kecuali yang antidemokrasi dan antikonstitusi," tukas Din.

Guntur Romli: Sandi Mau Bikin Kartu Jakarta Jomblo, Saya Mau Kasih Sandi Kartu Akal Sehat

Din pun mengatakan bahwa aksi ini bertujuan untuk mengingatkan Indonesia agar terus menegakkan hukum dan keadilan. Soal vonis Ahok, ia berharap majelis hakim memberikan hukuman maksimal. Namun jika nantinya Ahok bebas, Din pun punya pandangan lain.

Kerap ‘Berseberangan’, Ternyata Fahri Hamzah Diam-Diam Ingin Ikuti Jejak Ahok

"Jika kasus penista agama bebas, maka saling menghina antara kelompok-kelompok masyarakat akan merajalela," tegas Din.

Bila Jadi Ketum Ikastara, Andhika Bakal Cegah Berulangnya Pembunuhan di Taruna Nusantara

Diwartakan sebelumnya, Aksi 55 hari ini sejatinya akan dimulai usai salat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, dilanjutkan dengan long march menuju Mahkamah Agung (MA). Selain itu, juga digelar doa bersama demi keutuhan NKRI. Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir, memperkirakan aksi tersebut akan dihadiri oleh jutaan massa, tidak hanya bersifat lokal di Jakarta, tetapi juga nasional.

Soal Aksi 55, Ketum PBNU: Gak Ada Gunanya, di Islam Tidak Ada Demo-demo Seperti Itu

Halaman: 
Penulis : Riana