logo


"Kalau Ahok Bebas, Rakyat Marah Jangan Disalahkan"

Amien Rais menilai, saat ini Indonesia sedang mengalami kebobrokan hukum. Ia berharap majelis hakim dapat menjatuhkan hukuman yang maksimal terhadap terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

5 Mei 2017 05:02 WIB

Amien Rais.
Amien Rais. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, berharap, majelis hakim dapat menjatuhkan hukuman yang maksimal terhadap terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional ini pun berharap dalam sidang vonis Ahok, tidak ada sandiwara hukum yang  diambil majelis hakim nantinya.

Bila Jadi Ketum Ikastara, Andhika Bakal Cegah Berulangnya Pembunuhan di Taruna Nusantara


Amien Rais: JPU Malah Membela Ahok Itu Luar Biasa

"Kita harap jangan sampai ada sandiwara hukum, saya kira jangan main-main. Kalau main-main, bahaya," tegas Amien saat ditemui di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Ahok Bakal Gusur Kampung Akuarium, Ratna: Sebaiknya Jangan, Kalau Mau Dianggap Orang Baik

Amien menilai, saat ini Indonesia sedang mengalami kebobrokan hukum. Pasalnya kata dia, penegak hukum tidak tegas dan adil dalam menentukan sikap.

Soal Nasib Miryam, Oso: Mentang-mentang Berkawan, Kalian Mau Bongkar Juga?

"Negara ini sudah lawless country. Kalau penistaan agama demikian terang benderang, yurisprudensi semua penista masuk ke penjara," ujar Amien.

Habib Rizieq Baru Akan Pulang ke Indonesia, Jika…

Ia melanjutkan, jika seandainya nanti Ahok divonis bebas, maka sudah bisa dipastikan ada hak istimewa yang diberikan Presiden Jokowi kepada Ahok. 

Kata Mantan Ketum Muhammadiyah, Jika Penista Agama Bebas Maka…

"Kalau yang satu ini bebas, saya kira negara, Jokowi dalam hal ini, memberikan perlakuan istimewa pada Ahok. Kalau rakyat marah jangan disalahkan," pungkas Amien.

Kerap ‘Berseberangan’, Ternyata Fahri Hamzah Diam-Diam Ingin Ikuti Jejak Ahok

Seperti diketahui, Majelis Hakim akan memvonis terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada tanggal 9 Mei 2017 mendatang. Ahok sendiri dinilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) terbukti melanggar Pasal 156 KUHP. Ia pun dijerat hukuman satu tahun penjara dengan dua tahun masa percobaan.

Amien Rais: Berkaca pada Jokowi, Anies-Sandi Jangan Seperti itu

Halaman: 
Penulis : Riana