logo


Kontrak PJBG Akan Habis, PLN Cari Sumber Gas Baru

PLN sudah menyepakati perpanjangan PJBG dengan PT Medco Energi International Tbk dalam menyalurkan gas dari blok South Sumatera PSC ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gunung Megang di Sumatera Selatan.

4 Mei 2017 23:45 WIB

Ilustrasi, gedung PLN.
Ilustrasi, gedung PLN. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Divisi Minyak dan Gas PLN, Chairani Rachmatullah, mengatakan, saat ini PT PLN (Persero) tengah mencari sumber gas baru setelah Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PLN dan dua Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) akan habis dalam tiga tahun mendatang.

Kedua PJBG itu terdiri dari PLN dengan blok Jambi Merang yang dioperatori PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan blok South East Sumatera (SES) yang dioperatori China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) SES Ltd. PJBG dengan blok SES dan Jambi Merang masing-masing akan habis tahun 2018 dan 2019 mendatang.

"Kalau PJBG yang mau habis tentu kami siap-siap cari gantinya. Kalau potensinya masih ada, ya dipertimbangkan kelanjutan PJBG-nya. PHE sudah menyatakan minat ingin memasok gas ke PLN. Masih kita pikirkan," ujar Chairani di Jakarta, Kamis (4/5).


PLN Disarankan Menjadi Holding

Di sisi lain, Chairani menjelaskan bahwa PLN sudah menyepakati perpanjangan PJBG dengan PT Medco Energi International Tbk dalam menyalurkan gas dari blok South Sumatera PSC ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gunung Megang di Sumatera Selatan.

Nantinya, skema yang dipakai dalam harga gas ini akan mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 11 Tahun 2017, dimana harga gas jual harus sebesar 11,5 persen dari harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP). Ini menggantikan skema sebelumnya, yaitu harga tetap (fixed price) dengan eskalasi sebesar 3 persen per tahunnya.

“Skema ini lebih mudah dalam menentukan harga dan bisa menurunkan Biaya Pokok Pembangkitan (BPP) listrik. Memang akan ada kontrak baru dengan Medco, dan rencananya akan pakai yang tercantum di Permen ESDM Nomor 11. Sudah ada peraturannya ya mesti kita pakai," pungkasnya.

Sebagai informasi, hingga tahun 2016, realisasi penyerapan PLN dari blok Jambi Merang tercatat 48,71 miliar British Thermal Unit (BBTUD). Angka ini tercatat 74,93 persen dari rencana alokasi yang tercantum di PJBG, yaitu 65 MMSCFD.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL)  PLN 2017 hingga 2026, kebutuhan gas PLN tercatat sebesar 606 Triliun British Thermal Unit (TBTU) pada tahun ini. Nantinya, kebutuhan gas PLN akan meningkat 97,02 persen menjadi 1.196 TBTU di tahun 2026 mendatang.

Subsidi Listrik Dicabut, Pengamat: Padahal PLN Sudah Untung Rp 10,6 Triliun

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Riana
 
×
×