logo


Soal Nasib Miryam, Oso: Mentang-mentang Berkawan, Kalian Mau Bongkar Juga?

Oso sore tadi menegaskan, ia akan ganti Miryam. Hanya saja Oso ogah menyebut nama penggantinya.

4 Mei 2017 22:02 WIB

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri rapat pleno pemenangan pemilu Partai Hanura dengan tema "Konsolidasi dan Gerakan 5S Partai Hanura Menuju Kemenangan Gemilang 2019" di Jakarta, Kamis (4/5/2017).
Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri rapat pleno pemenangan pemilu Partai Hanura dengan tema "Konsolidasi dan Gerakan 5S Partai Hanura Menuju Kemenangan Gemilang 2019" di Jakarta, Kamis (4/5/2017). Jitunews/Latiko Aldila Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang bericara terkait adanya anggota Fraksi Hanura yang menandatangani alias mendukung pengesahan hak angket KPK melalui rapat paripurna DPR. Menurutnya hal tersebut adalah hak preogatif anggota legislatif termasuk juga keikutsertaan anggota Fraksi Hanura dalam Panitia Khusus (Pansus) Angket KPK.

Oso di sela rapat pleno pemenangan pemilu 2019 Partai Hanura menyampaikan, dirinya tak pernah memerintahkan anggotanya dalam memilih angket terhadap KPK tersebut. Namun demikian, ia juga tidak membenarkan bahwa dirinya menginstruksikan agar anggota Fraksi Hanura menolak hak angket.

"Saya tidak pernah mengirim dan tidak pernah memerintahkan. Karena itu haknya anggota dalam memilih. Angket itu adalah kewenangan, hak prerogatif anggota sebagai anggota legislatif," ucap Oesman di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (4/5).


Parliamentary Theshold Presiden, Oso: Masa Satu Kursi Mau Jadi Presiden

Menariknya, seperti ada komunikasi yang putus antara pengurus pusat Hanura dengan koleganya Fraksi Hanura di parlemen. Seperti diketahui, penempatan anggota fraksi dalam paniti khusus adalah berdasarkan instruksi fraksi. Dari setiap komunikasi politik yang beralngsung, biasanya sikap fraksi di parlemen selaras dengan dewan pimpinan pusat partai.

Dalam kasus keanggotaan panitia khusus angket, Oso rupanya memberikan segala keleluasaan terhadap ketua Fraksi Hanura di DPR. Dalam hal ini Nurdin Tampubolon.

Saat ditanya awak media, apakah akan ada instruksi khusus dari Oso terhadap anggotanya di parlemen untuk menjadi anggota Pansus Angket KPK? Oso hanya menjawab, "Itu ketua fraksi yang bertanggung jawab. Saya tidak tahu. Saya tidak pernah menugaskan."

"Saya menyerahkan semua, keputusan ada di tangan fraksi. Nah, apa yang sudah dia (ketua Fraksi Hanura) lakukan, dia harus laporkan pada saya. Sampai sekarang belum dilaporkan," ucap Oso menambahkan.

"Saya tidak tahu, fraksi-fraksi (para fraksi pendukung hak angket) itu gak ada tanggung jawab itu dengan saya dan saya akan panggil (Fraksi Hanura).

Dalam kesempatan itu pula, Oso menyampaikan bahwa terkait kasus e-KTP yang berbuntut pada Hak Angket KPK, dirinya memilih untuk menyerahkan segalanya pada proses hukum.

"Saya kan sudah bilang tadi, hukum di atas segala-galanya. Jadi jangan anda putar-putar hukum ini. Jalankan, tegakkan hukum ini dengan benar," sahutnya.

"Gak ada logika, hukum dulu. Logikanya gak ada kalau bilang negara ini negara hukum. Kalau umpanya anda bilang ini negara politik, ya sudah jangan pakai hukum, pakai politik," ungkap Oso menambahkan.

Terkait nasib Miryam sendiri, Oso sore tadi menegaskan, ia akan ganti Miryam. Hanya saja Oso ogah menyebut nama penggantinya.

"Saya besok sudah harus mengganti posisi Miryam, titik. Itu rahasia kita, masa kalian mau bongkar juga. Mentang-mentang jawab sama aku, masa kalian mau bongkar juga. Mentang-mentang kalian berkawan dengan aku, masa mau kalian bongkar juga," kata Oso sebelum meninggalkan kumpulan awak media.

Oso Tegas di Kasus Miryam, Tapi Siap Bela Anak Buah Jika Terbukti Tak Bersalah

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah