logo


Pengamat: Ada Kepentingan Politik di Balik Dibukanya Kasus BLBI oleh KPK

Dari sekian kasus korupsi kenapa justru kasus BLBI yang dibuka oleh KPK.

4 Mei 2017 18:35 WIB

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun
Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, menilai, ada kepentingan politik terselubung perihal dibukanya kasus lama BLBI oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, hal tersebut sangat aneh. Pasalnya, dari sekian kasus korupsi kenapa justru kasus BLBI yang dibuka oleh KPK.

"Banyak pihak yang terkait kasus ini, mengapa KPK pilih kasus BLBI, mengapa, kan penjelasan rasional itu penting, itu yang tidak saya dengar dari KPK, penjelasan publik itu penting," ujar Ubedilah saat menjadi pembicara diskusi publik di kawasan SCBD Jakarta, Kamis (4/5).


Mantan Kepala BPPN Jadi Tersangka Kasus Korupsi BLBI

Ubedilah menyarankan, KPK sebaiknya jangan membuat langkah hukum yang memungkinkan ditafsirkan sebagai bagian dari kepentingan politik.

"KPK sebagai penegak hukum jangan memungkinkan tafsir prosesnya harus pakai data, jelaskan itu," jelasnya.

Selain itu, Ubedilah menilai bahwa KPK telah dipengaruhi oleh tekanan-tekanan dari publik, seperti banyaknya kasus-kasus yang ditangani oleh KPK diketahui oleh masyarakat luas.

"Kasus-kasus ‘Save KPK’ itu terlalu banyak, artinya bahwa optimisme dalam penegakan hukum dipengaruhi oleh sejauh mana rakyat ikut berpihak," pungkasnya.

Soal Kasus BLBI, Presiden: Bedakan Antara Kebijakan dan Pelaksanaan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana