logo


Pentingnya Edukasi dalam Pilih Properti di Tanah Air

Dari data yang diberikan oleh tim Business Intelligence Rumah 123, pasar properti di tanah air masih sangat menjanjikan dari sisi jumlah konsumennya

3 Mei 2017 14:14 WIB

Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung.
Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung. Jitunews/Ferro Maulana

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Masuk sebagai salah satu kebutuhan utama, memiliki hunian (rumah) menjadi mimpi sebagian besar orang. Dari data yang diberikan oleh tim Business Intelligence Rumah 123, pasar properti di tanah air masih sangat menjanjikan dari sisi jumlah konsumennya.

Di tahun ini menunjukkan konsumen properti Indonesia masih terus tumbuh. Sesuai dengan bonus demografi saat ini, pelanggan properti juga didominasi dari kalangan usia produktif.

"Konsumen first time buyer masih menjadi pasar paling besar. Dari data profilnya, 60 persen responden survei belum memiliki huniannya sendiri," ujar Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung kepada media, di Jakarta, Rabu (3/5).


Klik! Tanaman Hias Penyerap Racun di Dalam Rumah

Survei menunjukkan bahwa 46 persen responden masih tinggal bersama orangtua, atau di rumah warisan. Dan, sekitar 26 persen masih mengontrak. Sisanya yakni mereka yang sudah memiliki rumah sendiri.

Walaupun paling besar dalam sisi jumlah, menurut Untung, para first time home buyers ini masih membutuhkan edukasi dan arahan tentang bagaimana untuk memiliki rumah lebih cepat. Seperti, kesesuaian spesifikasi tempat tinggal yang sejalan dengan penghasilan.

Sementara itu, besarnya down payment masih menjadi faktor pertimbangan utama bagi konsumen dalam memilih sebuah rumah. Lanjut Untung, masyarakat juga masih perlu mendapat edukasi tentang pola pembayaran, baik itu Kredit Pemilikan Rumah (KPR), juga sistem cicilan langsung ke developer.

"Setidaknya, 52 persen konsumen mengaku belum memiliki uang yang cukup sebagai DP hingga tidak juga mengajukan KPR," tambahnya.

Sedangkan, tren yang belum mengalami pergeseran di kawasan Jabodetabek yaitu wilayah incaran sebagai tempat tinggal, di mana Jakarta masih menempati peringkat pertama.

Untuk diketahui, jumlah golongan milenial yang masuk ke dalam usia produktif di Jakarta mencapai 58 persen. Angka ini tentu sangat signifikan sebagai pasar properti dan cenderung tak mau meninggalkan Jakarta untuk tinggal di kota penyangga tersebut.

Yang Tunggu Rumah DP 0, Ini Kabar Baik dari Sandiaga

Halaman: 
Penulis : Ferro Maulana, Aurora Denata