logo


BNPB Latih ICS di Tingkat Daerah Agar Sigap Tanggulangi Bencana

Pemahaman konsep ICS sangat diperlukan oleh para pelaku di daerah untuk memperkuat sistem komando penanganan darurat bencana.

3 Mei 2017 08:13 WIB

Ilustrasi relawan tanggap bencana
Ilustrasi relawan tanggap bencana google

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Incident Command System (ICS) merupakan manajemen yang diterapkan pada tingkat taktis operasional. Hal tersebut disampaikan Kepala Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Wisnu Widjaja, dalam pelatihan ICS terhadap Incident Commander di InaDRTG, Sentul, Jawa Barat, Selasa (2/5) kemarin.

Menurut Wisnu, pemahaman konsep ICS sangat diperlukan oleh para pelaku di daerah untuk memperkuat sistem komando penanganan darurat bencana.

“Proses adaptasi ICS ke dalam sistem penanganan darurat bencana yang kita miliki juga harus melibatkan pihak daerah,” ujar Wisnu.


Sutopo BNPB: Sebagian Besar Alat Pendeteksi Tsunami di Indonesia Rusak

Wisnu menambahkan bahwa konsep ICS perlu diberikan kepada pelaku tanggap darurat bencana di tingkat daerah, khususnya aparatur pemerintah daerah. Hal ini dilatarbelakangi bahwa mereka pada dasarnya pemegang fungsi komando dan kendali utama apabila terjadi bencana atau insiden.

Dalam paparannya, Wisnu menjelaskan bahwa penanganan darurat mengenal ISO 22320:2011 mengenai persyaratan tanggap darurat. Pada standar tersebut, beberapa komponen sebagai persyaratan dalam penyelenggaraan penanganan darurat seperti komando dan kendali, informasi yang dibutuhkan untuk operasi, serta kerjasama dan koordinasi.

"Oleh karena itu, pelatihan berjenjang di tingkat daerah atau lokal sangat dibutuhkan untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman konsep ICS," terangnya.

Sehubungan dengan pengenalan yang lebih luas mengenai ICS, BNPB bekerjasama dengan United States Forest Service (USFS) dan USAID melatih 28 peserta dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BNPB, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi.

Di hadapan peserta dari pemerintah, TNI dan Polri, Wisnu mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara di antara 7 negara di kawasan ASEAN yang mempelajari ICS.

"Sementara di Thailand dan Filipina telah mengoperasionalkan adaptasi ICS dalam sistem penanggulangan bencana," paparnya.

Sebagai informasi, ICS merupakan konsep manajemen yang dikembangkan oleh Amerika Serikat yang berawal dari penanganan insiden kebakaran hutan yang cukup besar di California pada tahun 1970an.

ICS ini memiliki 5 fungsi utama untuk operasi penanganan darurat bencana. Kelima fungsi tersebut antara lain komando, operasi, perencanaan, logistik serta keuangan dan administrasi.

BNPB Jajaki Kerjasama dengan Jepang Kembangkan Teknologi untuk Memprediksi Gempa

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Riana