logo


Andhika Surya Gumilar, Antara Dunia Tambang dan Cintanya untuk SMA Taruna Nusantara

Andhika, selepas lulus dari SMA Taruna Nusantara tahun 2002 lalu, kemudian melanjutkan pendidikannya di salah satu universitas ternama di Indonesia, Institut Teknologi Bandung. Ia mengambil jurusan Teknik Pertambangan

2 Mei 2017 20:35 WIB

Andhika Surya Gumilar (Calon Ketua Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara).
Andhika Surya Gumilar (Calon Ketua Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara). Jitunews/Rezaldy

Jitunews.com: Setelah lulus dari Taruna Nusantara, Mas Andhika melanjutkan pendidikan di mana?

Andhika: Saya melanjutkan pendidikan s1 di ITB, jurusan teknik pertambangan, angkatan tahun 2002 dan lulus 2007. Saya kuliah 5 tahun.

Jitunews.com: Kami dengar Mas Andhika semasa kuliah juga menjadi aktivis mahasiswa?


Kurtubi: Freeport Harus Angkat Kaki dari Indonesia Setelah KK Berakhir

Andhika: Ya, saya kuliah 5 tahun juga karena saya cukup aktif saat menjadi mahasiswa. Saya mengikuti berbagai organisasi, saya aktif di Himpunan Mahasiswa Tambang ITB, juga di Keluarga Mahasiswa ITB, bahasa lainnya adalah BEM ITB. Di Keluarga Mahasiswa ITB saya didaulat menjadi Deputi Pelayanan Mahasiswa KM ITB. Di Keluarga Mahasiswa ITB, kami selalu mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah, jadi kalau ada kebijakan yang salah ya kita wajib mengkritisi

Selain itu, saya selama di Bandung juga mengikuti beberapa kegiatan, saya aktif di Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara Cabang Bandung. Waktu itu saya sebagai Ketua Cabang sekitar tahun 2005.

Jitunews.com: Kenapa lebih memilih melanjutkan kuliah di ITB? tidak berkarier di militer?

Andhika: Saya ingin dunia baru, di Taruna Nusantara kita sudah mendapatkan pelajaran disiplin, kemampuan jasmani, nah saya rasa proses itu sudah cukup kita dapatkan di Taruna Nusantara. Selain itu, di Taruna Nusantara kita juga diajarkan untuk berbakti di mana pun kalian berada. jadi saya memutuskan untuk berkiprah di sipil daripada militer karena saya anggap di TNI mungkin bukan pilihan saya pada waktu itu.

Jitunews.com: Setelah lulus dari ITB, apa yang Mas Andhika lakukan?

Andhika: Setelah lulus dari ITB, saya langsung bekerja di PT Freeport Indonesia. 5 tahun saya sebagai metalurgist, setelah itu dipindahkan ke Jakarta untuk memegang goverment relation hingga akhir bulan Maret tahun 2017 lalu. Saya bertugas untuk menjaga hubungan baik dengan pemerintah.

Jitunews.com: Kenapa Mas Andhika mundur dari Freeport?

Andhika: Saya rasa cukup waktunya saya di Freeport, selain itu saya juga diminta oleh teman-teman untuk bisa fokus membenahi Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara. Saya juga tengah membangun perusahaan yang bergerak di bidang konsultan pertambangan. Perusahaan ini yang kami rintis semenjak lulus kuliah.

Jitunews.com: Mengapa mas sampai merelakan karier cemerlangnya di Freeport untuk fokus ingin membenahi Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara?

Andhika: Ada nasehat yang baik dari saudara angkatan ke-10 dan saudara-saudara lain lintas angkatan, kata mereka begini “Kau mau tunggu sampai kapan? Pada saatnya nanti, seperti lagu di TN dulu? Setahun? Sepuluh tahun? Dua puluh tahun?”

Itulah yang terngiang-ngiang terus dibenak saya. Intinya bagaimana memaksimalkan potensi Ikastara untuk menjadi organisasi yang terpandang dan diakui eksistensinya. SMA Taruna Nusantara bagi saya adalah tempat saya menemukan jati diri. Sebagai anak rantau yang dibesarkan di Provinsi Aceh sebelum adanya rekonsiliasi, Taruna Nusantara merupakan tempat di mana saya bisa bertemu, berkomunikasi tanpa prasangka, dan akhirnya bersaudara dengan anak-anak bangsa terbaik dari seluruh penjuru Indonesia, baik yang saya temui ketika saya tinggal di Magelang, maupun ketika menjadi Alumni.

Satu minggu, waktu yang saya butuhkan untuk mencerna pertanyaan mereka. Sebelum saya (dengan semangat yang ditularkan oleh saudara-saudara lintas angkatan), memutuskan bahwa sekarang adalah waktu Ikastara untuk harus bergerak bersama. Tidak tahun depan, tidak sepuluh tahun. Sekarang. Oleh karena itu saya memutuskan, dengan restu keluarga, Saudara seangkatan, Abang & Kakak, serta Adik sekalian: untuk maju menjadi calon Ketua Umum Ikastara.

Walhi: Pemerintah Tak Konsisten, Freeport Jadi Berkuasa

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan