logo


Dibakar Lalu Dijadikan Payung Saat Hujan, Malang Benar Nasib Karangan Bunga Ahok-Djarot Hari Ini

Karangan bunga telah beralih fungsi menjadi payung.

1 Mei 2017 19:28 WIB

Karangan bunga untuk Ahok-Djarot di Balai Kota DKI Jakarta.
Karangan bunga untuk Ahok-Djarot di Balai Kota DKI Jakarta. Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Nasib kurang menyenangkan sepertinya memang menghampiri sejumlah karangan bunga kiriman warga Jakarta untuk Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat hari ini, Senin (1/5/2017).

Bertepatan dengan aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Buruh Nasional, sejumlah karangan bunga tersebut dibakar massa buruh sebagai pelampiasan lantaran upah yang tak kunjung meningkat. 

Menjelang sore, hujan pun mulai mengguyur ibu kota. Meski beberapa buruh masih kukuh dan tetap berorasi di tengah gempuran hujan, tak sedikit pula yang memilih berteduh dan membubarkan diri.


Karangan Bunga untuk Ahok Ditulisi 'Buruh Berkuasa'

Sebagian besar massa yang 'menyelamatkan' diri dari hujan kemudian menggunakan karangan bunga yang masih utuh sebagai pelindung. Mereka terlihat berlari sambil membawa karangan bunga di atas kepalanya. Karangan bunga telah beralih fungsi menjadi payung.

Kawasan Bundaran Patung Kuda memang menjadi pusat orasi massa yang menyerukan suranya menggunakan spanduk-spanduk tempat dituliskan tuntutan-tuntutan mereka kepada pemerintah.

"Cabut PP 78 tahun 2015 (PP Upah Murah), cabut Inpres Nomor 9 Tahun 2013 dan hentikan kekerasan dan diskriminasi terhadap buruh perempuan," teriak koordinator aksi dari atas mobil komando.

Minta Maaf, FSP LEM Sebut Pembakaran Karangan Bunga Sebagai Aksi Bersih-Bersih

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari