logo


Danpaspampres Bantah Anggotanya Bentak-bentak dan Rampas Dokumen WNI di Hong Kong

"Tidak benar anggota kami merampas dan membentak warga Indonesia yang akan menyerahkan surat atau dokumen tersebut," ucap Suhartono

1 Mei 2017 13:16 WIB

Ilustrasi pemeriksaan paspampres
Ilustrasi pemeriksaan paspampres detik.com

HONG KONG, JITUNEWS.COM - Adanya informasi yang menyebutkan telah terjadi perampasan dokumen dan perlakuan kasar oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada saat 'Temu Kangen Presiden RI dan Ibu Negara' yang digelar di Asia World Expo Ground, Minggu 30 April 2017 adalah tidak benar.

Bantahan ini disampaikan Komandan Paspampres Brigjen TNI (Mar) Suhartono. Ia menyampaikan bahwa Paspampres telah melakukan tugasnya dengan benar dan sesuai dengan prosedur pengamanan VVIP. "Tidak benar anggota kami merampas dan membentak warga Indonesia yang akan menyerahkan surat atau dokumen tersebut," ucap Suhartono di lobi Government House Hong Kong, Senin 1 Mei 2017.

Oleh karena itu berbagai bentuk barang untuk Presiden harus dipastikan dahulu keamanannnya oleh Paspampres. "Prosedurnya adalah dilaksanakan terlebih dahulu pemeriksaan terhadap berbagai bentuk barang pemberian untuk Presiden dan setelah diyakini aman, maka barang-barang tersebut diberikan pada Presiden melalui Ajudan Presiden," ucap Suhartono.


Presiden Jokowi: Industri Kreatif Jadi Masa Depan Indonesia

Demikian pula halnya semua dokumen baik berupa buku, surat dan juga karangan bunga yang diserahkan pada acara 'Temu Kangen Presiden RI dan Ibu Negara' yang digelar kemarin telah dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku.

"Barang-barang tersebut diterima oleh anggota Paspampres yang berada di tempat acara, kemudian dilakukan pemeriksaan. Setelah dipastikan keamanannya, baru diberikan kepada Presiden melalui Ajudan Presiden," ucap Suhartono.

Saat ini berbagai macam surat, buku dan karangan bunga dan berbagai bentuk pemberian yang diberikan kepada Presiden dari acara kemarin telah berada di tangan Presiden.

Siang ini, Senin 1 Mei 2017, anggota Paspampres menerima dokumen di lobi hotel tempat Presiden menginap. "Setiap dokumen yang akan diserahkan ke Presiden, prosedurnya diserahkan kepada Paspampres untuk dicek terlebih dahulu," ucap Suhartono.

Bertemu Aung San Suu Kyi, Presiden Jokowi Dorong Perdamaian di Rakhine State

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan