logo


Rieke Diah Pitaloka Sebut Rancangan Politik Pembangunan Bung Karno Relevan untuk Digunakan Saat Ini

Bung Karno membuat pola pembangunan semesta berencana yang disusun bersama dengan 600 pakar dari berbagai bidang.

29 April 2017 09:51 WIB

Rieke Diah Pitaloka.
Rieke Diah Pitaloka. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indonesia menjadi negara industri setidaknya demikian yang dirancang oleh Bung Karno dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana. Itulah pondasi politik pembangunan yang diletakkan pada masa pemerintahan Soekarno, yang disusun bersama oleh kurang lebih 600 pakar dari berbagai bidang.

Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka menilai gagasan, prinsip, serta spirit yang menjadi pondasi awal pembangunan Indonesia di tahun 1959 masih relevan untuk menjadi arah pembangunan saat ini. Dimana konsepsi tentang negara industri dijabarkan cukup detil dalam Tripola Pembangunan, Pola Proyek (Program), Pola Perencanaan dan Pola Pembiayaan.

"Industrialisasi yang dimaksud adalah untuk menopang terwujudnya lima bidang prioritas bagi rakyat atas: pertama, pangan, sandang dan papan; kedua, pendidikan dan kesehatan; ketiga, tenaga kerja dan jaminan sosial; keempat, kehidupan beragama dan keyakinan yang berkebudayaan sebagai dasar dari kebijakan tiga poin sebelumnya; kelima berkontribusi Indonesia pada terciptanya perdamaian dunia dalam relasi antar bangsa," ujarnya di Jakarta, Sabtu (29/4).


Rieke Diah Pitaloka: Mendag Harus Minta Maaf kepada TKI

Menurutnya dengan pola industrialisasi yang dikembangkan pun tidak terlepas dari politik tetap Pemerintah yang sudah saatnya dapat tertuang dalam roadmap hulu tengah hilir, tata ruang dan tata wilayah industri, termasuk roadmap penyiapan skill, penyerapan dan penyebaran lapangan kerja di setiap lini.

"Saya sangat mendukung Pemerintah untuk kembali mengoptimalkan lembaga-lembaga riset negara yang dapat memberikan penguatan terhadap industri nasional. Hal ini tidak terpisahkan dari penguatan tenaga kerja. Perlindungan dan pemenuhan hak-hak normatif pekerja sudah saatnya simultan dilakukan dengan penguatan terhadap industri nasional,"tuturnya.

Rike juga mengatakan dirinya sangat mendukung masuknya investasi dan modal asing yang benar-benar telah melalui pengkajian mendalam dan cermat atas sumbangsihnya bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang ditopang kekuatan nasional, khususnya pengusaha dan pekerja dalam negeri.

"Bukanlah hal yang berlebihan, dan saya yakin menjadi orientasi setiap negara, bahwa pertama kali keuntungan dari pengembangan industri pasti untuk kepentingan bangsa dan negaranya sendiri. Tentu saja bukan berarti kita menyetujui dominasi dan egoisme dalam relasi antar bangsa," paparnya.

Menurutnya keuntungan yang dimaksudkan adalah membangun kekuatan nasional dengan secara serius memikirkan posisi rakyat yang harus bekerja dan hidup layak.

"Hanya dengan memiliki kekuatan dalam kedaulatan nasional, saya yakin, Indonesia dapat memberikan kontribusi terbaik dalam percaturan internasional dan bukan menjadi objek dari politik dan ekonomi dalam sistem pasar," pungkasnya.

Rieke Diah Pitaloka: BUMN Harus Mampu Penuhi Hak Pekerja

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Ratna Wilandari