logo


Miryam S. Haryani Ditetapkan Sebagai DPO, Partai Hanura Sulit Menghubungi

"Kita Whatsapp enggak di baca, berarti Whatsappnya mati, telepon pun tidak bisa, saya juga hubungi sulit tapi semua hormati proses hukum," ujar Dadang

28 April 2017 17:28 WIB

Dadang Rusdiana.
Dadang Rusdiana. Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura, Dadang Rusdiana mengaku pihaknya sejauh ini belum dapat menghubungi Miryam S. Haryani, pasca yang bersangkutan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus dugaan korupsi pengadaan KTP berbasis electronik (e-KTP).

"Kita Whatsapp enggak di baca, berarti Whatsappnya mati, telepon pun tidak bisa, saya juga hubungi sulit tapi semua hormati proses hukum," ujar Dadang di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat (28/4).

Dadang mengaku terakhir dirinya bertemu Miryam pada saat pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura 2016-2020 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor pada bulan Februari yang lalu.


Pengesahan Hak Angket KPK Tak Demokratis

"Saya terakhir ketemu di Sentul waktu itu," jelasnya.

Kendati demikian, Dadang menjelaskan bahwa Miryam sejauh ini masih tercatat sebagai kader di Partai Hanura, Miryam masih sebagai bendahara dipartai besutan Wirnto itu.

"Beliau masih aktif di fraksi sebagai bendahara tapi belum ada perubahan tapi kedepan tentu dalam organisasi terus berjalan tergantung nanti keputusan ketua umum," pungkasnya.

Hak Angket KPK Cacat Prosedur

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata