logo


Miryam Masuk DPO, Fahri: KPK Jangan Sok Gagah

Ia menyarankan KPK untuk jangan gegabah mengumumkan Miryam sebagai buron

28 April 2017 12:53 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politisi Partai Hanura, Miryam S. Haryani, masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Hal ini disebabkan dirinya yang sering tidak menghadiri persidangan terkait pemberian keterangan tidak benar dalam kasus korupsi pengadaan E-KTP dengan terdakwa Sugiharto.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, angkat bicara mengenai penetapan Miryam sebagai DPO oleh KPK. Ia menyarankan KPK agar tidak gegabah mengumumkan Miryam sebagai buron.

Ternyata Toilet Duduk Bisa Sebarkan Virus Kanker Serviks


Miryam Tak Kunjung Penuhi Panggilan, KPK Akan Buat DPO

"Enggak usah diumumkan buron begitu, cari saja. Negosiasi dengan lawyer-nya dulu. Jangan menggunakan ruang publik untuk mengintimidasi proses hukum," Kata Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (28/4).

Baper, Pendukung Oke-Oce Kirim Bunga untuk Ahok di Balaikota

Fahri mendapat informasi dari pengacara bahwa Miryam sedang sakit bukan kabur ke luar negeri.

"Kata lawyer-nya ada, Miryam sakit. Tidak usah dibilang buron. Itulah KPK, suka begitu. Jangan sok gagah kayak dia saja yang kerja di Republik ini. Santai saja," ucapnya.

Tim Anies-Sandi Sayangkan Status Facebook Anak Luhut Pandjaitan

Menurut KPK, Miryam menunjukkan sikap yang tidak kooperatif, Miryam menunjukkan gelagat tidak taat hukum dengan terus menerus tidak menghadiri persidangan. 

Yakin Rizieq dan Firza Terlibat Percakapan Porno, Kapolda: Kalau Tidak Mereka, Siapa?

Miryam dijerat Pasal 22 juncto Pasal 35 UU Tipikor yakni dengan sengaja memberi keterangan yang tidak benar, dengan pidana penjara singkat tiga tahun paling lama 12 tahun.

Usut Tuntas Korupsi e-KTP, Polri Bantu KPK Cari Miryam

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata