logo


Usut Tuntas Korupsi e-KTP, Polri Bantu KPK Cari Miryam

DPO untuk Miryam rupanya tak hanya berlaku di dalam negeri. Pihak Polri telah mengajukan surat red notice (permintaan pencarian) ke markas Interpol di Lyon, Prancis.

28 April 2017 11:00 WIB

Miryam S Haryani.
Miryam S Haryani. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pihak Kepolisian langsung menggerakkan tim untuk memburu buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Miryam Haryani. Sebelumnya, KPK telah menyurati Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, terkait status Miryam dalam daftar pencarian orang (DPO).

Politisi Hanura itu kini masuk daftar pencarian orang yang telah disebarkan ke seluruh wilayah tanah air hingga ke tingkat Polsek. Hal tersebut disampaikan oleh Wakapolri, Komjen Pol Syafruddin.

"Sudah turun tim, satgasnya sudah jalan. Kita back up KPK," demikian ucap Syafruddin di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (28/4).


Miryam Tak Kunjung Penuhi Panggilan, KPK Akan Buat DPO

DPO untuk Miryam rupanya tidak hanya berlaku di dalam negeri. Pihak Polri telah mengajukan red notice (permintaan pencarian) ke markas Interpol di Lyon, Prancis.

Miryam sendiri sesungguhnya hanya memiliki urusan dengan KPK terkait pemberian keterangan tidak benar dalam sidang kasus pengadaan korupsi e-KTP pada tahun anggaran 2011-2012 dengan terdakwa Sugiharto. Miryam sendiri telah dinyatakan tersangka oleh komisi anti rasuah tersebut.

Hanya saja belakangan ini Miryam menunjukkan sikap yang tidak kooperatif. Politisi Hanura itu menunjukkan gelagat tidak taat hukum dengan terus-terusan tidak menghadiri persidangan.

Miryam dijerat Pasal 22 juncto Pasal 35 UU Tipikor yakni dengan sengaja memberi keterangan yang tidak benar, dengan pidana penjara singkat tiga tahun paling lama 12 tahun.

Fraksi PKS Tegaskan Tolak Hak Angket Terhadap KPK

Halaman: 
Penulis : Syukron Fadillah
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex