logo


PGN Ingin Pemanfaatan Gas Lebih Efisien

Kebutuhan gas diproyeksi akan tumbuh 5x lipat di tahun 2050 dibandingkan kebutuhan minyak yang diproyeksi hanya 3x lipat.

28 April 2017 00:47 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebagai salah satu sektor yang berkaitan langsung dengan kekayaan alam, sektor migas memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kemakmuran rakyat. Pembentukan induk perusahaan BUMN Migas merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendorong perekonomian dan ketahanan energi nasional. Untuk itu, PT Pertamina (Persero) dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan membentuk Percepatan Proyek Infrastruktur penting seperti pipanisasi gas, penyediaan fasilitas floating storage regasification unit (FSRU) optimalisasi pemanfaatan infrastruktur eksisting.

Deputi Bidang Infrastruktur PGN, Dilo Seno Widagdo, mengatakan bahwa kedepannya sinergi antara kedua BUMN (Pertamina-PGN) ini akan memberikan efisiensi diseluruh mata rantai dan mendorong monetisasi gas lapangan dan LNG untuk volume pasokan gas jangka pendek, menengah dan panjang. Tahapan pertama dimulai dengan meningkatkan pemanfaatan gas itu sendiri.

“Di Indonesia, pemanfaatan gas itu relatif hanya untuk pembakaran. Berbeda dengan negara lain yang efisiensi dalam pemanfaatan gasnya itu hampir diatas 80 persen, di Indonesia baru 40-50 persen. Harusnya kita bisa manfaatkan itu untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga lainnya,” ujarnya di Kementerian BUMN, Kamis (27/4).


Hotel Dharmawangsa Kini Beralih Pakai CNG PGN

Untuk pemanfaatan gas ini, lanjut Dilo, memang membutuhkan infrastruktur. Dalam hal ini, sudah ada rencana Induk Infrastruktur yang melibatkan Pertamina-PGN-PLN. Namun, Dilo menjelaskan bahwa tingkat ekonomi saat ini tergolong rendah. Untuk itu, akan dilakukan pemanfaatan energy dari sektor yang lebih ril.

“Beberapa sudah kita identifikasikan bahwa memang butuh infrastruktur baru untuk bisa melayani, terutama kebutuhan pembangkitan. Memang saat ini pertumbuhan pembangkit cukup rendah karena pertumbuhan ekonominya yang rendah juga. Misalkan pertumbuhan ekonomi 4 persen, kira-kira pertumbuhan listrik itu 10 persen. Untuk itu yang kita pakai adalah pemanfaatan energi dari sektor yang lebih ril, baik itu industri komersial maupun retail,” terangnya.

“Kita sekarang ada join balanced untuk infrastruktur, dari situ nanti kita akan lihat upaya apa yang kita bisa laksanakan bersama ataupun kita mencoba memilah mana yang akan menjadi porsi kewajiban PGN, mana yang menjadi opsi penugasan pertamina,” tambahnya.

Kebutuhan gas diproyeksi akan tumbuh 5x lipat di tahun 2050 dibandingkan kebutuhan minyak yang diproyeksi hanya 3x lipat. Dan juga sudah sesuai dengan rencana jangka panjang pemerintah, yang nantinya sinergi BUMN industri migas diharapkan mampu mendorong pemanfaatan gas bumi sebesar 24 persen dalam bauran energi nasional pada 2025.

PGN Catatkan Laba Bersih Rp 1,29 Triliun di Kuartal I 2017

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Vicky Anggriawan