logo


Impor LNG 2025, Pertamina: untuk Memenuhi Kebutuhan Gas Indonesia

Menurut Direktur Gas Pertamina, Yenni Andayani, mengatakan bahwasanya pembelian LNG ini bukan untuk waktu dekat dan sebagai langkah antisipasi

27 April 2017 16:55 WIB

Jitunews/Garry Talentedo Kesawa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Saat ini, pemerintah Indonesia telah melakukan kesepakatan bisnis dengan Amerika Serikat. Salah satunya adalah kontrak jual-beli gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) dengan PT Pertamina (Persero). Kesepakatan tersebut dilakukan pasca Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, mengunjungi Indonesia beberapa hari yang lalu.

Menurut Direktur Gas Pertamina, Yenni Andayani, pembelian LNG ini tidak dilakukan pada waktu dekat dan hanya sebagai langkah antisipasi.

"Perlu diluruskan bahwa ini belum terjadi, bukan untuk tahun 2017. Kita akan membeli LNG sesuai defisit yang kita lihat berdasarkan prediksi yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM, yaitu setelah tahun 2020. Ini semua adalah langkah antisipasi untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri," ujarnya di Kementerian BUMN, Kamis (27/4).


Pertamina Siapkan Insinyur Andal untuk Megaproyek Pengolahan Minyak dan Petrokimia

Yenni menjelaskan betapa pentingnya impor LNG tersebut. Hal ini dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri.

"Kalau kita tidak impor, bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhan gas Indonesia? Saya kira itu adalah hal yang sangat mendasar. Ada lapangan yang memang besar-besar, seperti lapangan abadi, ada juga Natuna. Tapi sampai saat ini kita masih harus menunggu perkembangannya seperti apa. Jadi, memang kita dihadapkan pada satu pilihan," terangnya.

Lebih lanjut, Yenni mengatakan bahwa terjalinnya kesepatakan pembelian gas dengan ExxonMobil bukan tanpa alasan. Sebab, menurutnya ExxonMobil memiliki daerah yang terdekat dengan Indonesia.

"Ini harus kita mengerti juga, kalau kita beli dari Exxon mobil, bukan berarti Exxon mobil ini bawa cargonya dari Amerika. Exxon, Total, Shell, mereka itu punya portofolio forum atau portofolio kapasitas di berbagai lokasi di dunia. Kalau kita beli dari Exxon mobil itu mereka yang terdekat ada di Papua Nugini, itu yang paling dekat dengan indonesia. Selain itu, ada juga di Qatar, mereka juga punya beberapa fasilitas di sana," imbuhnya.

"Jadi inti sebenarnya adalah kami membeli cargo dari international oil of company, karena volume mereka tidak hanya bergantung pada satu production fasility saja. Dan ini juga untuk memastikan bahwa security supply of indonesia itu bisa lebih terjaga dengan baik," pungkasnya.

Bebas Impor BBM di 2023 Masih Diragukan

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Aurora Denata