logo


Ini Kata Polri Soal Temuan Paspor Indonesia di Markas Abu Sayyaf

Sejumlah pelaku teror memang diketahui melakukan pelatihan di wilayah tersebut.

27 April 2017 16:00 WIB

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Petugas kemiliteran Filipina menemukan sejumlah paspor Indonesia ketika melakukan penggeledahan di markas Abu Sayyaf yang berlokasi di Filipina bagian selatan.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, mengatakan pihaknya tidak terlalu kaget atas penemuan tersebut. Pasalnya, sejumlah pelaku teror di Indonesia memang diketahui melakukan pelatihan di wilayah tersebut.

"Kami jelaskan bahwa temuan paspor Indonesia tersebut bukanlah hal yang mengejutkan. Dari sekian terduga teroris, kelompok ekstremis Indonesia memang mengikuti pelatihan di wilayah selatan Filipina," kata Martinus, Rabu (26/4).


TNI Tegaskan Selalu Siap Bebaskan WNI dari Teroris Abu Sayyaf

Martinus juga mengungkapkan para pelaku teror yang terafiliasi dengan komplotan Abu Sayyaf mendapatkan suplai senjata dari kelompok tersebut. Bahkan, mereka dapat secara bebas bepergian dari Filipina ke Indonesia, dan sebaliknya.

"Karena memang dari beberapa tersangka teroris di Indonesia, mereka pernah melakukan pelatihan di wilayah Filipina bagian selatan dan terafiliasi dengan kelompok Abu Sayyaf. Mereka masuk ke Filipina dan mendapatkan pelatihan," kata Martinus lagi.

Polri masih menunggu keterangan dari pihak kepolisian Filipina terkait data dalam paspor-paspor tersebut.

Sebelumnya, tiga anggota kelompok Abu Sayyaf tewas dalam baku tembak dengan pasukan bersenjata Filipina di wilayah Clarin Bohol, Ahad (24/4).

Apresiasi Duterte, Ryamizard: Hampir Separuh Kekuatan Abu Sayyaf Lumpuh

Halaman: 
Penulis : Nugrahenny Putri Untari