logo


Rakyat Menagih Keadilan Air Bersih

Tercatat ada 15 daerah aliran sungai prioritas dan 15 danau prioritas tidak layak digunakan sebagai bahan baku air minum dan masak, meskipun dari air isi ulang.

26 April 2017 10:33 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Pixabay

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ada 15 DAS (Daerah Aliran Sungai) prioritas dan 15 danau prioritas di Indonesia yang setelah diteliti kondisinya di zona tengah dan zona hilir ternyata kualitas airnya buruk sekali, membahayakan kehidupan manusia, bahkan juga peternakan dan pertanian.

Direktur Pengendalian Kerusakan Perairan Sungai Kementerian LHK, Ir. Sriparwati saat ditemui Jitunews.com, menyampaikan bahwa pemerintah pusat memprioritaskan pemulihan pada 15 DAS sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 - 2019 dicantumkan ada 15 DAS Prioritas untuk dipulihkan.

Sriparwati menyebut, dari 15 DAS itu enam berada di Pulau Jawa, yaitu Sungai Citarum, Ciliwung, Cisadane yang bermuara ke wilayah Jabodetabek, kemudian Sungai Serayu, Bengawan Solo dan Sungai Brantas. Sedangkan di Sumatera ; Sungai Asahan Toba, Sungai Siak, Musi, Way Sekampung dan Way Seputih. Kemudian di Nusa Tenggara Barat Sungai Moyo, di Kalimantan Sungai Kapuas, serta di Sulawesi Sungai Jeneberang dan Saddang.


Banyak Konsumsi Air Minum Isi Ulang Bisa Berdampak Buruk untuk Kesehatan

Di Indonesia terdapat lebih dari 17.000 DAS, dari jumlah itu 108 DAS dalam kondisi juga kritis kualitas airnya. Namun sampai tahun 2019 diutamakan pengembalian kualitas air ke kelas satu (artinya menjadi air baku mutu untuk diminum) atau minimal kembali ke kelas dua (untuk memenuhi standar kesehatan dipakai rekreasi berenang dan buat masak serta buat kebutuhan industri).

Upaya mengembalikan kualitas air sungai juga dengan penanganan di zona hulu dengan rehabilitasi hutan dan lahan kritis untuk mendukung ketahanan ketersediaan kuantitas air sehingga berpengaruh pada ketahanan pangan dari sumber pertanian dan peternakan.

Banyak DAS mengalami kerusakan oleh faktor utamanya pertambahan jumlah penduduk dan perilaku yang merusak hutan serta mencemari. Faktor berikutnya adalah pemanfaatan lahan untuk pertanian dan perkebunan yang tidak memperhatikan konservasi yang menyebab erosi, sendimentasi/pendangkalan pada sungai dan waduk.

Penelitian YLKI: Air Isi Ulang di Jakarta Mengandung Bakteri

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Yusran Edo Fauzi