logo


Ini Alasan Pemerintah Tak Perlu Turunkan Kembali Harga BBM

Pemerintah Indonesia tak harus mengikuti perkembangan harga minyak dunia yang turun.

5 Desember 2014 14:09 WIB

Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri (Ist)
Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Harga minyak dunia yang masih anjlok hingga di bawah US$ 70 per barel, membuat pemerintah berniat mengkaji wacana penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Menanggapi wacana penurunan harga BBM tersebut, pengamat ekonomi yang juga Ketua Tim Antimafia Migas Faisal Basri, punya pendapat berbeda. Menurutnya, dalam menetapkan kebijakan harga BBM bersubsidi, pemerintah Indonesia tak harus mengikuti perkembangan harga minyak dunia yang turun.

“Kalau harga lebih tinggi daripada ongkosnya, sisa laba bersih minyak, kita tabung. Itu bisa dilakukan pemerintah sehingga kalau nanti harga minyak naik lagi, kita tidak perlu naikin karena pakai tabungan ini dulu,” Kata Faisal di Jakarta, Jumat (5/12).


Ini Alasan Pemerintah Masih Subsidi Solar

Faisal juga menilai bahwa harga BBM bersubsidi yang ditentukan pemerintah saat ini pun sudah pas sehingga tak perlu diturunkan kembali.
“Harga Rp8.500 per liter itu sudah mendekati harga keekonomian lah,” ujarnya.

Dirinya yakin, besaran harga BBM bersubsidi yang berlaku saat ini sudah sesuai dengan porsi program kompensasi pemerintah.

 

Isi BBM Kapal Pencari QZ8501, SKK Migas Kirim Kapal Tangker

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan