logo


Sebut Setnov Bakal Jadi Tersangka, Mahyudin Sentil Yorrys

Mahyudin meminta seluruh kader Golkar untuk mengikuti proses hukum tanpa mengintervensi.

26 April 2017 06:30 WIB

Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Mahyudin.
Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Mahyudin. riaubook

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Mahyudin, menilai, pernyataan Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPP Partai Golkar, Yorrys Raweyai, beberapa waktu lalu yang menyebut Setya Novanto bakal jadi tersangka, adalah sebagai sesuatu yang tak berdasar.

Pasalnya kata dia, sejauh ini Ketua Umum Golkar itu hanya dijadikan saksi dalam kasus e-KTP. Karena itu, kata Mahyudin, posisi pria yang akrab disapa Setnov itu masih sangat aman dan belum ada fakta pengadilan yang akan mengarah dirinya menjadi tersangka.

"Kita tidak boleh berasumsi terlalu jauh hanya berdasarkan imajinasi dan keyakinan yang belum tentu kebenarannya," tegas Mahyudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/4).


Politisi Golkar: Elektabilitas Golkar Anjlok Akibat Kasus e-KTP

Lebih jauh, Wakil Ketua MPR ini pun meminta seluruh kader Golkar untuk mengikuti proses hukum tanpa mengintervensi.

Dengan lantang, Mahyudin pun mengimbau semua kader partai beringin itu untuk tetap kompak dan menjaga soliditas partai.

"Sebagai kader kita harus selalu praduga tak bersalah dan kita doakan agar Ketua Umum dijauhkan dari segala masalah," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Yorrys melihat dengan pencekalan yang ditunjukkan kepada Setya Novanto merupakan suatu pertanda bahwa ia bisa jadi tersangka. Yorrys pun mengatakan bahwa Golkar tengah menyiapkan strategi terkait hal ini. Namun, ia enggan menjelaskan akan strategi tersebut.

"Banyak opsi tapi tidak untuk publik. Kalau dia jadi tersangka, masa kita diam? Pasti ada implikasi terhadap partai Golkar. Skenario, masa bicara ke kalian, masa cerita ke kalian (wartawan), kan ini internal," ujar Yorrys di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/4).

Kata dia, dalam hal ini, Golkar pun sudah melakukan konsolidasi agar tetap solid. Dan, Yorrys pun meminta agar Golkar tidak terlihat reaktif.

"Kita lebih bagus responsif daripada reaktif. Artinya, proses hukum sudah ada dari biasa dia jadi saksi dan dia dicekal, prosesnya masih berjalan. Sebagai suatu jalan parpol maka perlu ada konsolidasi jadi mengantisipasi berbagai opsi-opsi apabila ada sesuatu, jangan terkesan reaktif akhirnya nanti ribut kiri kanan," pungkas Yorrys.

 

Kata Golkar Soal Kasus Setnov: Kalau Dia Jadi Tersangka, Masa Kita Diam?

Halaman: 
Penulis : Riana