logo


Indonesia dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerjasama Bidang Energi

Pemerintah Singapura tertarik untuk membangun konektivitas listrik antarnegara.

26 April 2017 00:02 WIB

Menteri ESDM Ignasius Jonan.
Menteri ESDM Ignasius Jonan. Esdm.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, Selasa (25/4) kemarin melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, S. Iswaran.

Pertemuan tersebut mendiskusikan berbagai upaya untuk meningkatkan kerja sama di sektor energi antar kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, juga ditandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PT PLN (Persero) dengan Keppel Offshore and Marine Ltd dan Pavilion Gas Pte Ltd terkait proyek pembangunan Small Scale Liquefied Natural Gas (LNG) Plant.


Kerjasama Pertamina-Rosneft, Pertamina Dijanjikan Peroleh Crude 35 Ribu BPH

MoU tersebut merupakan kerjasama antara beberapa pihak untuk melaksanakan Joint Study tentang pembangunan infrastruktur dan distribusi LNG di wilayah Sumatera.

Menurut Jonan, ada tiga komponen utama yang memperkuat MoU tersebut.

"Paling tidak ada tiga komponen yang harus dikelola. Pertama, soal biaya yang harus dipertimbangkan. Kedua, keterjangkauan. Ketiga, proses distribusi dan transmisi energi. Ini ditandai dengan MoU yang telah ditandatangani antara PLN bersama Keppel Offshore and Marine Ltd dan Pavilion Gas Pte Ltd," ujar Jonan, di Jakarta, Selasa (25/4).

Sementara itu, Menteri Iswaran yang didampingi oleh sembilan delegasi Pemerintah dan tiga delegasi bisnis dari Singapura, menjelaskan tentang komitmen kerja sama melalui diskusi rutin untuk menindaklanjuti kesepakatan yang telah ditandatangani. Selain itu, Pemerintah Singapura tertarik untuk membangun konektivitas listrik antarnegara.

Kerjasama di sektor energi antara Indonesia dan Singapura telah terjalin dengan baik sejak lama. Pada sub sektor minyak dan gas bumi (migas), Ramba Energy, perusahaan Singapura yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi migas di Indonesia, memulai operasi pada tahun 2008.

Saat ini, operasi Ramba Energy di Indonesia adalah Blok Jatirarangon, Jawa Barat; Blok West Jambi, Sumatra (100% interest); dan Blok Lemang, Sumatera, melalui local subsidiary PT Hexindo Gemilang Jaya.

Kemudian, perusahaan eksplorasi dan produksi migas lainnya, Mandala Energy, juga memiliki operasi di Sumbagsel and Merangin III PSCs dan Blok Lemang.

Yang terbaru, Pavilion Energy dan Keppel memiliki ketertarikan untuk memasok LNG di Indonesia. Pada 25 Agustus 2016, Pavilion Energy menandatangani MoU dengan Pertamina. Di bawah MoU tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menjajaki peluang kerja sama dalam proyek small scale LNG joint marketing, trading, procurement dan investasi.

Sementara itu, Keppel memiliki keahlian dalam conversion of vessels untuk floating storage dan re-gasification dan memiliki track record lebih dari 400 bangunan baru dengan beragam tipe dan kecanggihan.

Di sisi lain, kedua perusahaan ini berencana untuk berinvestasi di Indonesia yang rencananya akan dilaksanakan dalam 2 tahap, yaitu memasok Small-Scale LNG (SSLNG) dan memasok SSLNG untuk pembangkit listrik.

Singapura antara lain menggunakan dengan gas alam untuk memenuhi konsumsi energinya. Singapura mendapat pasokan gas dari Indonesia yang berasal dari lapangan Corridor Block, Sumsel yang dioperasikan ConocoPhillips dan dari Jabung, Jambi yang dioperasikan PetroChina melalui pipa transmisi ruas Grissik-Singapura milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang menyalurkan 465 million standard cubic feet of gas per day (MMSCFD).

Selain itu, Singapura juga mendapatkan pasokan gas dari lapangan Natuna Sea Block A, West Natuna, Kepuluan Riau yang dioperasikan Premier Oil melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS) menyalurkan 325 MMSCFD.

Pertamina dan BUM Desa Sepakat Kerjasama Pengembangan EBT

Halaman: 
Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Riana